Kamis, 30 April 2015
Julukan dan Nama yang Mengandung Tazkiyah
Minggu, 16 November 2014
Cara Membuktikan Bahwa Suatu Kata Termasuk Kata Sifat, Kata Benda atau Kata Kerja
♥ Kata Sifat
Untuk membuktikannya dapat ditinjau dari sudut:
• Morfologis
Semua kata yang dapat mengambil bentuk se+reduplikasi+nya dicalonkan sebagai kata sifat.
Contoh :
cantik>> secantik-cantiknya
manis>> semanis-manisnya
• Fraseologis
Semua kata yang dapat berfrase dengan kata lebih, paling, amat, sangat ditetapkan sebagai kelas kata sifat.
Contoh :
lezat >> paling lezat
cepat >> amat cepat
Rabu, 24 September 2014
Ngebel's Like
Danau (Telaga) Ngebel terletak di Desa Ngebel, Kec. Ngebel, Ponorogo, Jatim. Keliling danau mencapai sekitar 5 Km dengan suhu udara dingin sekitar 26 °C .
Kalau Anda ingin berkunjung ke sini, lebih baik hati- hati. Karena jalannya yang berkelak-kelok dan mendaki, serta ada beberapa bagian jalan yang rusak. Tak pelak lagi kalau berkunjung ke sana pas musim hujan (jalanan licin) dan pas tanggal 1 Muharram (biasanya jalannya ramai dan padat karena ada pertunjukkan reog dan "ngambang" di danau tersebut) banyak terjadi kecelakaan lalu lintas.
Hmmm..
Menurut aku Danau Ngebel bagus, bikin mata adem n hati tenang. Apalagi sekitar jalan menuju ke sini kita bisa melihat barisan gunung-gunung yang jauh nan indah...serasa kita ingin menyatu ke alam gitu hehee..
Karena danau ini panjang ya..5Km.. aku belum pernah mengelilinginya secara penuh. Paling-paling cuma setengah keliling bagian kanan kemudian muter lagi hahaa :D
Nah...
Sayangnya nich..
Danau nan indah ini yang bagian kanan terlalu banyak warung makan lesehan atau penjual lainnya yang letaknya persis di pinggir danau. Sehingga membuat mata pengunjung tak bisa lepas melihat pemandangan sekitarnya. Dan menurut aku, lebih baik agak menjauh lah...jangan membuat pemandangan jadi terganggu..
Terus..
Sekarang juga banyak motel (hotel kecil) yang dibangun deket- deket danau ini. Ada tempat bermain anak-anak. Dan ada bangunan lantai 2 untuk pengawas, tapi sayang...tidak begitu terawat sich bangunannya..banyak debunya hehee..
Terus juga ada perahu-perahu bebeknya dan motorboat. Tapi hampir tak ada yang berani menaikinya kecuali pemiliknya sendiri. Aura mistik yang ditebarkan oleh danau apalagi di setiap tanggal 1 Suro ada upacara ngambang "kepala kerbau" membuat tambah serem aja tu tempat wkwkwk..
Selain itu juga di pinggir-pinggir danau banyak dibuat keramba-keramba untuk memelihara ikan.
Di hutan sekitarnya juga masih hidup beberapa monyet di situ.. Kalau beruntung bisa ketemu hehee..
Nah, setelah capai perjalanan..Anda bisa duduk lesehan sambil menikmati danau di salah satu warung makan di situ. Ada nila bakar, gurami...dsb. Tapi...lebih baik tanya harga dulu (harus berani) biar gak ditipu di akhirnya :)
Dah itu saja review of Ngebel's Like dariku. Semoga bermanfaat :)
Salaam..
Kamis, 10 Juli 2014
Cuma Nyaksi, bukan Nyoblos...
Seumur-umur, belum pernah saya itu mencoblos dalam pemilu, baik legislatif maupun pilpres. Jadi gak pernah tahu gimana rasanya nyoblos dan mencelupkan jari ke dalam tinta :)
Tapi, walaupin tidak pernah nyoblos, tapi saya pernah jadi saksi sebuah fraksi dalam pemilihan legislatif. Loh kok aneh..? gak pernah nyoblos tapi pernah jadi saksi..? Itulah koment orang- orang di sekitar saya..
Entahlah..
Saya juga merasa lucu dengan hal tersebut :)
Waktu itu umur saya masih 16 tahun. Sekitar kelas 2 atau 3 SMA.
Waktu itu setelah sholat jama'ah di masjid kampung, pak RT meminta saya untuk menjadi saksi sebuah fraksi karena tidak ada saksinya sampai sekarang. Sebelum berbicara dengan sayapun sebenarnya teman saya sudah bilang ke pak RT tersebut kalau saya sepertinya tidak tertarik dengan yang namanya politik.
Tapi tetap saja pak RT tersebut memohon agar saya bersedia untuk menjadi saksi. Dan akhirnya saya terima walaupun karena rasa tidak enak hati.
Saya menjadi saksi dari fraksi PKS. Walaupun saya waktu itu gak ngerti, apa tu PKS :) Yang saya tahu, tugasku hanya menjadi saksi dan mengawasi jika ada kecurangan selama pemilihan tersebut.
Waktu saya masuk ke TPS, orang-orang pada lihat saya. "Loh, kamu kan masih 16 th, gak sah lah jadi saksi. KTP aja belum punya", itu kata2 yang terlontar dari beberapa orang.
Ya mau gimana lagi...
Tapi ada seorang panwaslu yg berkta: "tidak apa2, anak ini orangnya bisa dipercaya kok".
Dan itu membuat saya percaya diri di sekitar orang-orang yang lebih tua dari saya saat itu, mentang-mentang masih kecil sepertinya saya diremehken -_-
Dan sesuai feeling saya, politik sangat bertolok belakang dengan diri saya.
Waktu masuk gerbang TPS saja saya sudah melihat seorang calon DPRD datang dengan tampilan nyetil n berkacamata hitam menepuk bahu temannya dan berkata "gimana? beres kan?" tanyanya dengan gaya seorang penguasa.
"Beres bos, sudah saya tangani itu"
Kemudian yang disebut Bos itu berjalan di depan saya, menepuk lagi bahu saudara sepupu saya, yang menjadi tim sukses dari partai preman tersebut.
"Gimana? Amplop uangnya sudah disebarin ke orang2 kan?",ucapnya berbisik.
"Beres bos" jawab sepupuku itu.
Ckckck..berani banget ya...politik uang di dalam TPS..ya..karena dia termasuk tokoh masyarakat di tempat itu. Bahkan beliau seorang Takmir masjid yang tidak ada yang berani menegurnya..
Waktu pemilihan berlangsung..
Ada seorang nenek-nenek yang jalan dan penglihatannya tidak begitu baik. Dia minta dituntun oleh seorang panwaslu menuju bilik. Dan sayalah yang ditunjuk oleh panwslu agar menemani nenek tersebut dan orang yang menuntunnya. Kami berdua menuntun nenek tersebut menuju bilik. Dan tatkala surat suara dibuka, sudah ada coblosan di atas partai golkar, partai panwaslu tersebut.
"Loh pak, kok sudah ada coblosannya..? gak dituker aja pak?", tanyaku.
Tapi pak panwaslu tersebut memberi kode kepada saya untuk diam dan bertanya ke nenek tersebut, "yang mana mbah?"
"yang gambar ka'bah", ucap nenek tersebut.
Tapi panwaslu tersebut segera melipat kembali surat suara tersebut dan memasukkannya ke kotak suara.
Saya melapor ke ketuanya, tapi kata pak ketuanya, sudah mbak, gak papa, tidak perlu dilaporkan.
Lahhh..??
Akhirnya aku cuma bisa menulisnya di agenda yang diberikan oleh fraksi PKS kepadaku.
Dan memang kalo aku lihat, partai besar saat itu yang benar2 sopan dan jujur cuma PKS.
Di saat makan siangpun cuma saya yang mendapat kotak makan lengkap dari fraksi PKS, sedangkan para saksi lainnya tidak diantar makanan oleh partainya sehingga akhirnya sepupuku yang jadi saksi partai preman pun memelas meminta makan kepadaku,,
Kesimpulannya ...
Politik tuh nambah dosa aja yo..:)
Jumat, 13 Juni 2014
Alhamdulillah...
Alhamdulillah, ana berhasil ngedownload aplikasi blogger di android saya. Jadi sekarang tidak tergantung kepada PC untuk memposting :)
Kita wajib bersyukur dengan teknologi sekarang ini, dan berusaha untuk memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik :)
Kamis, 23 Januari 2014
Open U'r Eyes Guys :)
Open u'r eyes guys,,,
lihatlah...apakah kenyataannya emank seperti itu..?
Wallohi, Islam adalah agama yang menempatkan wanita pada tempatnya yang mulia...silahkan baca link di bawah ini agar qta tahu..agama manakah sebenarnya yang telah menzholimi dan mengekang hak wanita...
Wanita Menurut Bangsa Yunani
Wanita menurut Bangsa Romawi
Wanita Menurut Bangsa Persia
Wanita Menurut Bangsa China
Wanita Menurut Bangsa India
Wanita Menurut Yahudi
Wanita Menurut Nasrani
Wanita Menurut Bangsa Arab di Zaman Jahiliyah
Mereka semuanya sebelum datangnya cahaya Islam berbuat aniaya dan zholim terhadap wanita, dan kemudia Islam, agama yang mulian, telah mengangkat harkat dan martabat wanita, meletakkan wanita pada kedudukannya yang mulia, mewajibakan suami agar berlemah lembut kepada istrinya, memberikan hak waris kepada wanita, memberikan hak kepada wanita untuk memberikan suaranya dan pendapatnya..
Lantas,,,pantaskah bila islam dituduh sebagai agama yang menghapus hak persamaan anatara wanita dan laki-laki???
Silahkan jawab sendiri :)
sumber: Nisa' haular Rosul, Mahmud Mahdi Al Istambuli dan Mushtafa abu Nasr asy Syalabiy.
Wanita Menurut Bangsa Arab di Masa Jahiliyah
Wanita Menurut Nasrani
Wanita Menurut Yahudi
Wanita Menurut Bangsa India
Wanita Menurut Bangsa China
Wanita Menurut Bangsa Persia
Wanita Menurut Bangsa Romawi
Wanita Menurut Bangsa Yunani
Jumat, 10 Januari 2014
Darah Haed (Bagian 1)
- Definisi Haed
- Proses Terjadinya Haed
- Hikmah Terjadinya Haed
- Haed adalah tanda bahwa rahim seorang wanita itu kosong/ bersih yang artinya tidak ada janin di dalamnya.
- Dengan adanya waktu haed, menjadikan kita lebih semangat untuk beribadah kepada Alloh dan beramal sholih. Karena sewaktu haed ada beberapa macam ibadah yang tidak boleh kita lakukan sehingga hal itu menjadikan kita rindu untuk melakukan ibadah lagi.
- Dengan adanya haed, cinta suami akan tumbuh karena dia akan merindukan isrtrinya yang tak bisa melakukan hubungan suami istri selama berlangsungnya haed. Dan kebosanan terhadap istrinya akan hilang dan tergantikan oleh rasa rindu tersebut.
- Sebuah penelitian dan survey menyatakan, bahwa ada wanita yang biasa tatkala mau haed (biasanya hari menjelang haed) dan sesudahnya (dua hari menjelang haed) dia akan sangat merindukan orang yang dicintainya. Dan ini memang tuntunan hormon.
- Dengan adanya haed berarti rahim dalam keadaan bersih, dan sebaliknya kalau tidak haed berarti itu menjadi kabar gembira bagi suami istri dengan adanya janin dalam perut si ummi J (pada kebiasaannya).
- Dengan haed, Alloh mengajarkan kepada wanita untuk latihan dalam hal kebersihan, karena biasanya wanita yang sedang haed, dia akan risih jika tidak segera mengganti pembalutnya.
- Dengan haed, Alloh mengajarkan kepada kita untuk terbiasa dengan rasa sakit, yaitu yang biasa kita sebut sebagai nyeri haed. Sehingga kita akan lebih siap untuk menghadapi sakit dikala melahirkan.
- Dengan haed pula, Alloh mengajarkan kepada wanita untuk terbiasa dengan hal yang jijik, karena darah haed itu jijik. Sehingga nanti dia akan terbiasa dan tidak merasa jijik lagi tatkala merawat anaknya dll.
- = Karena haed itu adalah darah kotor, kalo janin makan darah kotor, apa jadinya?
- = Karena haed itu adalah ovum yang yg luruh karena tidak mengalami fertilisasi, dan janin adalah hasil pembuahan antara ovum dan sel sperma. Jika darah haed adalah makanan janin, berarti ovumnya ada dua. Sedangkan wanita itu hanya bisa menghasikan satu sel telur saja.
- = sudah diketahui juga, bahwa janin itu makan melalui tali pusat yang ada. Tali pusat atau dalam bahasa arabnya ( إفرازات دموية ) bukanlah darah haed. Walaupun arti secara bahasanya adalah kelenjar yang bersifat darah.
- = selama kehamilan, wanita memang tidak haed, tapi itu bukan berarti darah haed buat makanan janin, akan tetapi tertahan dan akan keluar sebagai darah nifas. Wallohu a’lam.
- Kapan seorang wanita itu haed? Dan berapa lama haednya dalam sekali siklus..? Para ulama rohimahumulloh berselisih tentang batas umur wanita haed. ADa yang mengatakan seorang wanita haed pada umur sekian dan sekian sehingga jika di luar batas umur tersebut maka darah yang keluar dihukumi sebagai darah yang rusak, bukan haed. Namun, insya Alloh pendapat yang kuat dan benar adalah bahwa tidak ada batas tertentu dalam masalah umur wanita haed. Tidak hanya pada usia 12 tahun seorang wanita itu haed atau setelah umur 50 tahun mereka tidak haed. Tetapi ada wanita itu yang pada usia 9 tahun dia sudah haed, atau bahkan setelah usia 50 tahunpun dia masih tetap haed. Maka darah yang keluar di bawah umur 12 tahun dan di atas umur 50 tahun itupun disebut haed dan berlaku hukum-hukum sepeutar haed padanya.
- Bagaimana jika setelah 15 hari masih keluar darah? Para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini. Apakah darah yang keluar setelah 15 hari itu dihukumi sebagai darah haed atau darah istihadhoh?
Sabtu, 04 Januari 2014
Fawaid dari Ustadzuna Abdurrahman Buthon as Salafi
Waktu akhir2 kelas ali kemaren,,ada yg inget gak..?
Bahas akhir2 halaman kitab masail jahiliyyah, oleh ust tercinta qta, fadhilatul Ustadz abdurrohaman buthon, tentang at thorq...
Ustadz: ath thorqu ay al khottu, yakhutthu bil ardhi,,,,ila akhirihi.
terus beliau berkata: termasuk ini adalah meramal dengan kancing baju..
ana: Loochh..?? (sangsi.com)
ustadz: kenapa kok looh?? anti pernah melakukannya??
ana: ya..ya..dulu ustadz...
akhirnya akhwat rame: iya ustadz, kalo mau pulang: pulang, enggak, pulang, enggak, pulang..enggak..kita pake kancing baju ustadz.
ustadz: lha ya, ikhwan juga kalo mau liburan mesti begitu. ketahuilah akhwat! ini termasuk perkara jahiliyyah!!
ana: tapi kan itu ustadz..
ustadz: tapi apa?
ana: kita kan gak sungguhan, cuma main2 aja, buat gurauan aja..misalkan udah selesai jawab soal yg a,b,c,d, terus karena males koreksi pake kancing baju: a, b, c atau d, tapi gak beneran mnjdi pilihan..
ustadz: Cuma maenan..? wallohi akhwat!! apakah kalian bisa menjamin hati kalian dari rasa aman untuk tdk mmpercayainya? walaupun hanya sekedar gurauan, ini perkara jahiliyyah!
singggg-----langsung diem 1000 bahasa---
#nah, kesimpulannya apa..?? jawab sendiri yow
hayuuuh...siapa yg pernah meramal dengan kancing baju...??
Jumat, 03 Januari 2014
Jawaban "Ngglonoh"
Ketika menjawab pertanyaan teman, sering kita menjawabnya dengan “ngglonoh” dengan maksud sekedar bercanda. Tapi yang mau saya ceritakan di sini bukan hal seperti itu. Saya pernah menjawab pertanyaan sewaktu imtihan (baca: test / ujian ) dengan jawaban yang “ngglonoh”. Yang sampai sekarang hanya menjadi penyesalan yang berkepanjangan jika saya mengingatnya.
Yaitu pada saat ujian mata pelajaran tazkiyatun nufus dengan ustadz pembimbing al ustadz abu Hammad, semoga Alloh menjaga beliau. Waktu itu ada satu nomer yang saya nggak tahu jawabannya. “Sebutkan atsar salaf tentang istighfar!”.
Sebuah tulisan yang pernah saya baca langsung muncul. Yaitu perkataan ‘Ali ibn Abi Tholib. Tapi…saya tidak membacanya sama sekali. Cuma yang saya ingat di halaman kedua dari bab itu ada perkataan ‘Aliy ibn abi Tholib, Cuma perkataannya apa saya tidak membacanya. Karena saya kalau belajar itu Cuma meringkas yang penting-penting saja, yang menurut feeling saya akan keluar. Jadi waktu mau imtihan, malamnya saya Cuma belajar buku ringkasan saja, gak pake buka lagi kitab rujukan. Jadi otomatis saya gak bisa jawab tu soal karena memang tidak ada di buku ringkasan saya. Masak iya saya mau ngawur membuat sebuah ucapan kemudian saya sandarkan ke seorang sahabat mulia ‘Aliy bin abi tholib??? Nggak banget kan?? Apalagi saya sudah kelas akhir, masak iya jawab ngawur kayak gitu?? Kan dosa tuh, namanya berbohong atas nama sahabat, pake sengaja lagi…
Jiaacchh..galau kuadrat dech gak bisa jawab tu soal, masih saya biarin kosong. Kalau gak salah itu soal nomer 4. Cuma saya pandangin saja sambil melihat teman-teman yang juga galau mikir jawaban imtihan.
Mau saya jawab “wallohu a’lam” apalagi kan emank itu yang menjadi pilihan tholibil ilmi dalam menjawab soal yang tak bisa ia jawab. Lumayan dapat setengah nilai…
Tapi entah syaithan mana yang tiba-tiba membuatku punya ide untuk menjawabnya secara “ngglonoh”. Waktu itu dalam hati saya berkata: “hehee…sesekali ngglonoh akh, pasti entar ustadznya juga senyum-senyum sendiri baca jawabanku”
akhirnya dengan senyum-senyum iseng aku jawab dengan perkataan Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam :
baru pertama itu saya jawab soal dengan “ngglonoh”. Nggak “ngglonoh” gimana coba, udah jelas-jelas yang ditanyakan itu adalah atsar salaf, bukan sunnah Nabi, tapi malah dengan “ngglonoh” aku jawab pake perkataan Nabi. Terus takut juga kena marah ma ustadznya, masak iya saya yang biasanya juara satu malah jawab soal seenak diri sendiri?? Bener-bener keterlaluan dech.. Harusnya saya dihukum, kalo mau juga yang nomer 4 itu dikasih nilai nol saja.
Tapi,,waktu hasil imtihannya dibagikan..kaget banget, loch kok bisa aku dapet nilai tertinggi lagi..?? Langsung saya lihat point untuk nomer 4. Tuing..gak dapat sempurna sich pointnya. Tapi masak iya dikasih point nilai 3 buat jawaban no.4… waaahh…gak bener nich..harusnya dikasih nilai nol and dikasih peringatan pake tinta merah “jawab yang bener, jangan ngglonoh!”
Tapi nyatanya tak saya dapati tulisan seperti itu..
“hiks..ustadz,,,kenapa nilai saya tetap bagus,,,? Harusnya kan salah besar jawaban saya untuk nomer 4.. :’( ”
Hmmm…kalau teman-teman mah bilangnya “ya udah. Kalo gak mau tukeran aja nilainya. Gak bersyukur, dikasih bagus juga”.
bukannya nggak bersyukur…tapi saya sedih…kenapa aku jawabnya “ngglonoh” banget…habis itu e..malah dapat nilai juga… nyesel banget dech… :’(
Jumat, 27 Desember 2013
Hasad, Pengikis Cinta kepada Teman Sejawat
Semoga ringkasan ini bisa membuat kita sadar dan mendeteksi lebih awal agar rasa hasad ini cepat kita kenali sehingga kita bersegera untuk membuang rasa tersebut jauh-jauh..
Kenali ciri rasa hasad…Vonislah bahwa diri anda telah terjangkiti penyakit hasad tatkala anda menemui tanda-tanda di bawah ini:
Dan hendaknya mengucapkan “jazakallohu sholihah” karena dia telah memberikan faedah padanya dan buanglah rasa sombong dan hasad.
Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala yang menguasai hati kita, menjaga dan menegur sesegera mungkin apabila penyakit ini menghinggapi hati kita… Hanya kepada Alloh-lah kita berlindung dari godaan Syaithon yang selalu membisikkan rasa ini ke dalam dada kita…
Maroji’: kitab ma’alim fi thoriqi tholibil ‘ilmi halaman: 87-92 bifadhilatis syaikh: ‘Abdul Aziz ibn Muhammad ibn ‘abdulloh as Sarhaan.
Rabu, 25 Desember 2013
Hukum Mengucapkan "Selamat Natal"
Hukum Mengucapkan “ Selamat Natal ”
Ini tulisan setahun yang lalu..ane update dan ana revisi lagi,,semoga bermanfaat…
Dan mungkin,,,tulisan ini akan menimbulkan pro dan kontra di antara kita. Dan saya menulis ini hanya sebagai secuil nasehat bagi kita semua. Bukan karena kesombongan…. Tentu Anda semua mengetahuinya, bahwa,,, kita ummat Islam harus saling nasehat menasehati. Karena Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda :
(( الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ))
Yang kemudian para sahabat bertanya : “kepada siapa wahai Rosululloh?”
Dan Beliau menjawab : “ kepada Alloh, kepada kitab2Nya, Rosul2Nya dan kepada ummat Islam”.
Itulah wahai sahabatku..jadi janganlah anda bersuuzhon jika ada orang yang menasehati kalian atau yang mengingatkan kalian. Kita harus belajar berlapang dada dalam masalah ini. Semoga Alloh menjadikan kita termasuk orang2 yang sabar dalam menyikapi masalah…Aamien…
“Natalan adalah ujian bagi aqidah kita”
Sahabatku..masalah tentang mengucapkan selamat natal kepada teman2 kita yang nasrani adalah masalah yang diperselisihkan ulama. Ulama2 seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Nashiruddin al Albaniy, Syaikh Muhammad ibn Sholih al Utsaimin dan ulama2 seperti mereka mengharmkan mengucapkan selamat natal. Dan adapun Syaikh2 seperti Al Qhordowi membolehkannya dengan alasan sudah adanya perubahan global…
Nah,, manakah yang harus kita ambil dan jadikan pegangan..?
Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada kita untuk kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah tatkala terjadi perselisihan para ulama.
Kalo begitu…bukalah Al Qur’an anda…
ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم
“ Dan orang2 Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepadamu kecuali jika kamu mengikuti agama mereka”
Dan mengucapkan selamat natal adalah termasuk mengikuti agama mereka dan bahkan bisa menguatkan agama mereka.
Dan sabda Rosululloh sallallohu ‘alahi wa sallam:
(( مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ))
“ Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka”
Fatwa Lajnah Daimah (Komisi Fatwa Arab Saudi) pun telah melarang memberikan ucapan selamat natal kepada kaum nasrani. (Fatawa al lajnah ad da’imah :3/313)
MUI pun di dalam fatwanya yang ditetapkan di Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H atau 7 Maret 1981 M memutuskan bahwa:
1. Perayaan natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa ‘alaihis salam, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas (baca sendiri fatwa MUI)
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram.
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Alloh subhanahu wa ta’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan natal.
Dan termasuk kegiatan natal adalah memberikan ucapan selamat natal..
Jika pembahasan ini terlalu sulit bagi Anda…cobalah Anda merenung sejanak…dan berpikirlah…
Cobalah baca sebentar tentang sejarah Rosululloh shallallohu ‘alahi wa sallam. Kita tahu, bahwa di zaman beliau juga saat itu sudah ada umat nasrani dan Yahudi. Dan tentu saja peristiwa “natalan” sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Tapi..yang menjadi pertanyaan… apakah Rosululloh mengucapkan “selamat natal” kepada mereka? Dan saya belum pernah membaca sebuah hadits yang memberitahukan kepada kita bahwa beliau mengucapkan “ selamat natal” atau sejenisnya kepada orang2 nasrani. Kalaupun beliau mengucapkan dan melakukan hal itu, tentu sudah dicatat oleh para sahabat yang mulia.
Yang kedua….kita lihat dalam kehidupan para sahabat, dan ternyata merekapun tidak pernah mengucapkan “ selamat natal” kepada orang2 nasrani.
Para Ulama Salafus Sholihpun tidak ada yang melakukannya…
Nah…kalo kita melakukannya…apakah kita merasa lebih baik dari mereka semuanya? Atau merasa lebih baik dari pada Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam..? Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik2 manusia..paling dermawannya manusia, paling toleransinya manusia. Jika beliau tidak mengucapkan selamat natal, lantas pantaskah kita menuduh beliau sebagai orang yang tidak mau toleransi..?
Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam melakukan mu’amalah juga dengan mereka sebagaimana kita melakukan mu’amalah dengan mereka pula. Tapi hendaknya hanya muamalah dunia saja. Sedangkan mengucapkan selamat natal termasuk masalah keyakinan, iqtiqodiyah. Kalo kita mengucapkan selamat natal, berarti kita juga meyakini apa yang mereka yakini.
Anda pasti berpikir, Bagaimana kita bisa seperti itu..? Sedangkan tatkala kita lebaran, mereka ikut merayakannya bersama kita, mengucapkan lebaran bersama kita..? Mereka baik kepada kita, mereka temen kita, sahabat kita…atau bahkan orang yang special buat kita..?
Tidak hanya Anda. Sayapun punya teman2 nasrani, sahabat nasrani, tetangga nasrani,,dan bahkan paman2 saya dari pihak ayah ada yang nasrani sampai sekarang.
Sahabatku…mereka memang boleh mengucapkan “ selamat lebaran” kepada kita. Dan jika mereka mengucapkannya, maka kita boleh menerima ucapan itu. Tapi…kita harus tetap menunjukkan izzah islam kita. Islam itu agama yang haq, agama yang tinggi…itulah yang harus kita ingat. Dan ini bukan kesombongan. Karena Alloh dan RosulNya lah yang mengatakan demikian. Bahwa agama kita ini agama yang tinggi dan diridhoi olehNya.
Dan sebenarnya, walaupun kita tidak memberi ucapan “selamat natal ” kepada mereka, mereka sudah mengetahui bahwa kita dilarang untuk itu.
Yaaa…kita berbicara baik-baiklah kepada teman kita yang nasrani, tanpa harus menyinggung perasaan mereka secara pribadi. Dan jika secara zhohir dia tidak tersinggung, itu sudah cukup bagi kita.
Saudara2 saya juga seperti itu…mereka sudah tahu sikap saya dan keluarga saya sebagai seorang muslim…dan Andapun harus mencobanya untuk membiasakan mereka untuk tidak menunggu2 kita untuk mengucapkan selamat natal kepada mereka…
Atau…bagi Anda yang membolehkannya…mungkin berdalil dengan :
Firman Allah swt :Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah:
Dan juga :
Firman Allah swt yang Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)
Tapi..benarkah seperti itu pengamalan ayat di atas..? dengan mengucapkan selamat natal juga bagi mereka..? Kalo benar seperti itu pengamalannya, tentu Rosul dan para Sahabat dan para tabi’in sudah mengamalkannya pula. Atau Anda menuduh mereka tidak mengetahui maksud ayat di atas..?
Dan memang benar, fatwa ulama bagian riset eropa membolehkan mengucapkan selamat natal..tapi…manakah yang Anda pilih..? perkataan ulama bagian riset eropa atau perkataan dan perilaku Rosul..?
Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu pernah berkata :
“ Sungguh kalian ini akan ditimpa batu dari langit, saya mengatakan ‘ Rosululloh telah berkata’ tapi kalian malah berkata ‘ Umar dan Abu Bakar telah berkata’”.
Kecuali,,,jika ummat muslim yang berada di eropa memang diharuskan untuk mengucapkannya dan mereka memang tak bisa hijroh dari negri itu..ya kher, lebih baik mengucapkannya, dari pada mendapat hal yang lebih buruk dari itu yaitu dilarangnya agama Islam di sana..
Allohumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an…
*Kita boleh bersama dengan mereka dalam hal mu’amalah, tapi jangan ikut2an dalam hal aqidah*
Wallohu ta'ala a'lam..
Jumat, 13 Desember 2013
فضل بر الوالدين و صلة الأرحام
Naahhh,,,nie kitab yang masya Alloh isinya :)
Lembaran demi lembarannya membuat kita meneteskan air mata. Apalagi di halaman awal- awal terangkum di sana bagaimana ibu kita mengandung kita dan kemudia melahirkan dan membesarkan kita...
Begitu juga perjuangan ayah kita yang tidak sedikit berkorban demi kita..
Judul Kitab : fadhlul Waalidaini wa Shillatil Arhaam
ditulis oleh : samahatus Syaikh Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baazz dan Fadhilatus Syaikh Muhammad bin sholih al Utsaimin rohimahumallohu.
dikumpulkan oleh : Seorang Tholabatul Ilmi
Cetakan: Daar Ibn Khuzaimah, Riyadh
Yang ane punya mah cuma foto copiannya...tapi...bukan wajahnya kan yang jadi standartnya..tapi isinya itu yang kereeen masya Alloh :)
Dari kitab ini kita bisa tahu apa hakekat birrul walidain sesungguhnya, apakah dengan mematuhi semua perkataan orang tua?? apakah dengan memberinya uang dan membahagiakan orang tua dengan dunia tanpa mau mengingatkan mereka kepada akherat karena tak ingin silat lidah dengan mereka?? Bagaimana birrul walidain setelah orang tua meninggal? Definisi menyambung silatur rohim yang benar seperti apa? Bagaimana bermuamalah dengan kerabat yang non muslim,,,batas campur tangan orang tua ketika anaknya sudah menikah...
Dan pembahasan lainnya yang sangat penting untuk kita ketahui...

