Kamis, 30 April 2015

Julukan dan Nama yang Mengandung Tazkiyah

Shobahul Khoir semunya :)

> Hindarilah Mentazkiyah Diri Sendiri dengan Nama Kalian <

Mumpung saya masih idup (beuh, ngomong apaan pula nie :3 ), yah maksudnya mumpung saya masih diberi kesempatan, saya mau kasih nasehat dikitlah buat sahabat2 aku yang aku cintai karena Alloh (serius ni, gak pake modus :3 )

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:
"wa laa tuzakkuu anfusakum, Huwa a'lamu bimanittaqoo.."
Dan janganlah kalian mentazkiyah diri kalian sendiri, karena Alloh lah yang lebih tahu tentang diri kalian, mana2 dari kalian yang lebih bertaqwa dan mana2 dari kalian yang pantas untuk mendapatkan tazqiyah.

Dan termasuk mentzkiyah diri sendiri adalah memberikan nama yang sifatnya tazkiyah, semisal: faqihuddin (org yang faqih dalam agama), azka (wanita yang suci), adza (wanita yang pandai), musthofa ( yang dipilih), at thohiroh (wanita yang suci), atqo (yang paling bertaqwa), rohamtul hadiy (rahmatNya yang memberi petunjuk), nashiruddin (penolong agama ini), dll..

Lah kalau udah terlanjur gimna? iyya nggak apa2 karena nama kita kan yang ngasih orang tua, jadi tidak perlu diganti, malah repot entar. Tapi berikanlah nama anakmu nanti dengan nama yang tidak mengandung tazkiyah. Karena hanya Alloh lah yang lebih berhak untuk mentazkiyah hambanya.

Semisal lagi, nama2 di FB, yang membuat kita sendiri, lebih baik hindari juga yang mengandung makna tazkiyah, semisal: harem hally (wanita yang cantik), harem khoyyir (wanita yang baik), warem ajmalun nisa' (wanita yang paling cantik dari kaum wanita, rejal gaz'ah (cow ganteng), pecinta rosul , muhibbur rosul, ma fi qolbiy ghoirulloh (di hatiku cuma ada Alloh), pecinta ahlu bait (pecinta keturunan Nabi, harem zain (wanita yang sempurna), 
Apalah artinya "as salafiy" menempel di belakang nama mereka tapi pada hakikatnya dia belum bisa mengikuti jejak para salafus sholih?
Apalah artinya "ahlus sunnah wal jama'ah" kalau ternyata dia jauh sekali dari para ahlus sunnah?

Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah kaidah  (rumus) yang sangat bagus sekali..
"al 'ibrotu bil haqoo-iqu laa bil musammiyaat"
Yang dianggap itu adalah hakikatnya, bukan namanya,

Apalah artinya menjuluki/ menamai dirinya sendiri dengan "pecinta rosul" tapi pada kenyataannya tidak mencintai Rosul?"
Apalah artinya menjuluki dirinya sebagai "pecinta ahlu bait", tapi dirinya tidak mencintai ahlul bait dengan cara yang benar?
Apalah artinya dirinya menamai dirinya "harem khoyyir" kalau ternyata masih suka jahat ke tetangganya?
Apalah artinya nama "rejal gaz'ah wa sholih" kalau ternyata selalu fb-an dan lupa sholat jumat?
Apalah artinya "ma fi qolbiy ghoirulloh" kalau dia selalu galau mikirin pacar? :D

Alloh lah yang lebih tahu kebenaran di balik sebutan itu, so lebih baik mari kita tinggalkan nama2 dan julukan2

Yuk mari kita tinggalkan kebiasaan memberikan julukan kepada diri sendiri dengan julukan bersifat mentazkiyah diri sendiri :)


Minggu, 16 November 2014

Cara Membuktikan Bahwa Suatu Kata Termasuk Kata Sifat, Kata Benda atau Kata Kerja

♥ Kata Sifat
Untuk membuktikannya dapat ditinjau dari sudut:
• Morfologis
Semua kata yang dapat mengambil bentuk se+reduplikasi+nya dicalonkan sebagai kata sifat.
Contoh :
cantik>> secantik-cantiknya
manis>> semanis-manisnya

• Fraseologis
Semua kata yang dapat berfrase dengan kata lebih, paling, amat, sangat ditetapkan sebagai kelas kata sifat.
Contoh :
lezat >> paling lezat
cepat >> amat cepat

Rabu, 24 September 2014

Ngebel's Like

Danau (Telaga) Ngebel terletak di Desa Ngebel, Kec. Ngebel, Ponorogo, Jatim. Keliling danau mencapai sekitar 5 Km dengan suhu udara dingin sekitar 26 °C .

Kalau Anda ingin berkunjung ke sini, lebih baik hati- hati. Karena jalannya yang berkelak-kelok dan mendaki, serta ada beberapa bagian jalan yang rusak. Tak pelak lagi kalau berkunjung ke sana pas musim hujan (jalanan licin) dan pas tanggal 1 Muharram (biasanya jalannya ramai dan padat karena ada pertunjukkan reog dan "ngambang" di danau tersebut) banyak terjadi kecelakaan lalu lintas.


Hmmm..

Menurut aku Danau Ngebel bagus, bikin mata adem n hati tenang. Apalagi sekitar jalan menuju ke sini kita bisa melihat barisan gunung-gunung yang jauh nan indah...serasa kita ingin menyatu ke alam gitu hehee..

Karena danau ini panjang ya..5Km.. aku belum pernah mengelilinginya secara penuh. Paling-paling cuma setengah keliling bagian kanan kemudian muter lagi hahaa :D


Nah...

Sayangnya nich..

Danau nan indah ini yang bagian kanan terlalu banyak warung makan lesehan atau penjual lainnya yang letaknya persis di pinggir danau. Sehingga membuat mata pengunjung tak bisa lepas melihat pemandangan sekitarnya. Dan menurut aku, lebih baik agak menjauh lah...jangan membuat pemandangan jadi terganggu..


Terus..

Sekarang juga banyak motel (hotel kecil) yang dibangun deket- deket danau ini. Ada tempat bermain anak-anak. Dan ada bangunan lantai 2 untuk pengawas, tapi sayang...tidak begitu terawat sich bangunannya..banyak debunya hehee..


Terus juga ada perahu-perahu bebeknya dan motorboat. Tapi hampir tak ada yang berani menaikinya kecuali pemiliknya sendiri. Aura mistik yang ditebarkan oleh danau apalagi di setiap tanggal 1 Suro ada upacara ngambang "kepala kerbau" membuat tambah serem aja tu tempat wkwkwk..

Selain itu juga di pinggir-pinggir danau banyak dibuat keramba-keramba untuk memelihara ikan. 

Di hutan sekitarnya juga masih hidup beberapa monyet di situ.. Kalau beruntung bisa ketemu hehee..


Nah, setelah capai perjalanan..Anda bisa duduk lesehan sambil menikmati danau di salah satu warung makan di situ. Ada nila bakar, gurami...dsb. Tapi...lebih baik tanya harga dulu (harus berani) biar gak ditipu di akhirnya :)


Dah itu saja review of Ngebel's Like dariku. Semoga bermanfaat :)


Salaam..


Kamis, 10 Juli 2014

Cuma Nyaksi, bukan Nyoblos...

Seumur-umur, belum pernah saya itu mencoblos dalam pemilu, baik legislatif maupun pilpres. Jadi gak pernah tahu gimana rasanya nyoblos dan mencelupkan jari ke dalam tinta :)

Tapi, walaupin tidak pernah nyoblos, tapi saya pernah jadi saksi sebuah fraksi dalam pemilihan legislatif. Loh kok aneh..? gak pernah nyoblos tapi pernah jadi saksi..? Itulah koment orang- orang di sekitar saya..

Entahlah..
Saya juga merasa lucu dengan hal tersebut :)

Waktu itu umur saya masih 16 tahun. Sekitar kelas 2 atau 3 SMA.
Waktu itu setelah sholat jama'ah di masjid kampung, pak RT meminta saya untuk menjadi saksi sebuah fraksi karena tidak ada saksinya sampai sekarang. Sebelum berbicara dengan sayapun sebenarnya teman saya sudah bilang ke pak RT tersebut kalau saya sepertinya tidak tertarik dengan yang namanya politik.

Tapi tetap saja pak RT tersebut memohon agar saya bersedia untuk menjadi saksi. Dan akhirnya saya terima walaupun karena rasa tidak enak hati.

Saya menjadi saksi dari fraksi PKS. Walaupun saya waktu itu gak ngerti, apa tu PKS :) Yang saya tahu, tugasku hanya menjadi saksi dan mengawasi jika ada kecurangan selama pemilihan tersebut.

Waktu saya masuk ke TPS, orang-orang pada lihat saya. "Loh, kamu kan masih 16 th, gak sah lah jadi saksi. KTP aja belum punya", itu kata2 yang terlontar dari beberapa orang.

Ya mau gimana lagi...

Tapi ada seorang panwaslu yg berkta: "tidak apa2, anak ini orangnya bisa dipercaya kok".
Dan itu membuat saya percaya diri di sekitar orang-orang yang lebih tua dari saya saat itu, mentang-mentang masih kecil sepertinya saya diremehken -_-

Dan sesuai feeling saya, politik sangat bertolok belakang dengan diri saya.

Waktu masuk gerbang TPS saja saya sudah melihat seorang calon DPRD datang dengan tampilan nyetil n berkacamata hitam menepuk bahu temannya dan berkata "gimana? beres kan?" tanyanya dengan gaya seorang penguasa.
"Beres bos, sudah saya tangani itu"

Kemudian yang disebut Bos itu berjalan di depan saya, menepuk lagi bahu saudara sepupu saya, yang menjadi tim sukses dari partai preman tersebut.
"Gimana? Amplop uangnya sudah disebarin ke orang2 kan?",ucapnya berbisik.
"Beres bos" jawab sepupuku itu.
Ckckck..berani banget ya...politik uang di dalam TPS..ya..karena dia termasuk tokoh masyarakat di tempat itu. Bahkan beliau seorang Takmir masjid yang tidak ada yang berani menegurnya..

Waktu pemilihan berlangsung..
Ada seorang nenek-nenek yang jalan dan penglihatannya tidak begitu baik. Dia minta dituntun oleh seorang panwaslu menuju bilik. Dan sayalah yang ditunjuk oleh panwslu agar menemani nenek tersebut dan orang yang menuntunnya. Kami berdua menuntun nenek tersebut menuju bilik. Dan tatkala surat suara dibuka, sudah ada coblosan di atas partai golkar, partai panwaslu tersebut.
"Loh pak, kok sudah ada coblosannya..? gak dituker aja pak?", tanyaku.
Tapi pak panwaslu tersebut memberi kode kepada saya untuk diam dan bertanya ke nenek tersebut, "yang mana mbah?"
"yang gambar ka'bah", ucap nenek tersebut.
Tapi panwaslu tersebut segera melipat kembali surat suara tersebut dan memasukkannya ke kotak suara.

Saya melapor ke ketuanya, tapi kata pak ketuanya, sudah mbak, gak papa, tidak perlu dilaporkan.

Lahhh..??

Akhirnya aku cuma bisa menulisnya di agenda yang diberikan oleh fraksi PKS kepadaku.
Dan memang kalo aku lihat, partai besar saat itu yang benar2 sopan dan jujur cuma PKS.

Di saat makan siangpun cuma saya yang mendapat kotak makan lengkap dari fraksi PKS, sedangkan para saksi lainnya tidak diantar makanan oleh partainya sehingga akhirnya sepupuku yang jadi saksi partai preman pun memelas meminta makan kepadaku,,

Kesimpulannya ...

Politik tuh nambah dosa aja yo..:)

Jumat, 13 Juni 2014

Alhamdulillah...

Alhamdulillah, ana berhasil ngedownload aplikasi blogger di android saya. Jadi sekarang tidak tergantung kepada PC untuk memposting :)

Kita wajib bersyukur dengan teknologi sekarang ini, dan berusaha untuk memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik :)

Kamis, 23 Januari 2014

Open U'r Eyes Guys :)

Siapa bilang islam adalah agama yang mengekang hak wanita? siapa bilang Islam tidak menghargai wanita? siapa bilang islam menodai hak persamaan antara wanita dan laki-laki??

Open u'r eyes guys,,,
lihatlah...apakah kenyataannya emank seperti itu..?
Wallohi, Islam adalah agama yang menempatkan wanita pada tempatnya yang mulia...silahkan baca link di bawah ini agar qta tahu..agama manakah sebenarnya yang telah menzholimi dan mengekang hak wanita...

Wanita Menurut Bangsa Yunani

Wanita menurut Bangsa Romawi
Wanita Menurut Bangsa Persia
Wanita Menurut Bangsa China
Wanita Menurut Bangsa India
Wanita Menurut Yahudi
Wanita Menurut Nasrani
Wanita Menurut Bangsa Arab di Zaman Jahiliyah

Mereka semuanya sebelum datangnya cahaya Islam berbuat aniaya dan zholim terhadap wanita, dan kemudia Islam, agama yang mulian, telah mengangkat harkat dan martabat wanita, meletakkan wanita pada kedudukannya yang mulia, mewajibakan suami agar berlemah lembut kepada istrinya, memberikan hak waris kepada wanita, memberikan hak kepada wanita untuk memberikan suaranya dan pendapatnya..

Lantas,,,pantaskah bila islam dituduh sebagai agama yang menghapus hak persamaan anatara wanita dan laki-laki???

Silahkan jawab sendiri :)

sumber: Nisa' haular Rosul, Mahmud Mahdi Al Istambuli dan Mushtafa abu Nasr asy Syalabiy.

Wanita Menurut Bangsa Arab di Masa Jahiliyah

Wanita Menurut Bangsa Arab di Masa jahiliyah

Wanita pada masa ini sangat jelas tergambar di dalam kitab al qur’an, yaitu sebelum datangnya Islam, mereka menganggap anak perempuan sebagai aib dan kerendahan sehingga lebih baik menguburnya hidup-hidup dari pada mereka malu memiliki seorang anak perempuan.

Hak-hak seorang wanita dihapus pada masa ini, mereka tak memiliki hak waris dan sebaliknya menjadi barang yang boleh diwarisi dan diwariskan. Karena bagi mereka “tidak bisa mewarisi kecuali yang menghunus pedang dan yang melindungi gadis”. Segala urusannya diserahkan kepada walinya. Sehingga anak laki-laki bisa  menghalangi ibunya untuk melakukan pernikahan lagi sampai mau memberikan kepadanya apa yang telah ia dapatkan dari ayahnya, karena menganggap ibunya warisan dari ayahnya.  Diapun berhak menikahinya tanpa mahar atau menikahkannya dengan orang lain dan dia menerima maharnya.

Bahkan pada zaman ini, banyak macam pernikahn yang pada akhirnya diharamkan oleh islam, seperti nikah istibdho’, atau satu pelacur yang dinikahi oleh banyak laki-laki.


Wanita Menurut Nasrani

Wanita Menurut Nasrani

Agama Nasrani datang dari Eropa untuk mengatasi kekacauan, yaitu ketika etika dan kemungkaran yang membuat dahi mereka berkeringat.  Di antara teori mereka adalah menganggap wanita sebagai sumber kemaksiatan, asal kejelekan dan kejahatan. Wanita bagi laki-laki merupakan salah satu pintu jahannam. Oleh karena itu dia sebagai sumber gerakan dan dosa kaum lelaki. Tirtuliyan-seorang kristiani- mengatakan: “sesungguhnya wanita adalah tempay masuknya setan ke dalam diri seseorang dan dia yang mendorong seseorang untuk memakan pohon yang terlarang. Dia pula yang merontokkan undang-undang Allah dan yang memperburuk citra seorang laki-laki”.

Kiray sustam yang dijuluki al qudaisy berkata; “wanita adalah sesuatu yang jahat dan bisikan perangai yang jahat. Ia merupakan mara bahaya yang disukai, membahayakan keluarga dan rumah tangga. Ia merupakan hal yang disukai tetapi membawa orang kepada kematian dan kehancuran”.

Dari sisi lainpun mereka menganggap bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan adalah hubungan dengan dzat yang najis, sehingga wanita harus dijauhi walaupun di jalan yang benar. Dan mereka menganggap kehidupan membujang (rahib) ,merupakan ukuran bagi akhlaq yang tinggi.

Yang lebih jelek lagi, mereka meniadakan talak/ perceraian dan khulu’ bagi wanita dalam keadaan apapun. Dan ini merupakan aturan yang berbahaya dalam kehidupan suami istri.

Wanita Menurut Yahudi

Wanita menurut Bangsa Yahudi

Menurut bangsa Yahudi, wanita adalah makhluq yang rendah dan hina! Sebagaimana barang jelek yang bisa dijual beikan di pasar. Hak-haknya dirampas dan diharamkan dari hak waris jika warisan itu berupa harta. Adapun jika ayahnya meninggalkan hutang berupa barang kebutuhan rumah, maka hutang itu dibebankan kepada wanita.

Adapun jika meninggalkan harta, maka sedikitpun wanita tersebut tidak mendapatkan bagian, dan apabila ia menikah ia tidak diberi mahar meskipun harta calon suaminya melimpah ruah.

Jika warisan itu kembali ke anak putri karena dia tidak memiliki anak laki-laki, maka ia tidak boleh menikah dengan keturunan lain. Ia juga tidak berhak memindahkan warisannya kepada keturunan selainnya.
Mereka memandang wanita bagi laki-laki merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu jahannam. Di mana ia merupakan sumber yang menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa, di antaranya menganggap bahwa sumber musibah yang menimpa manusia berasal dari wanita, wnaita sumber kesialan. Mereka meyakini bahwa wanita merupakan laknat karena dialah penyebab menyelengnya Adam.

Adapun ketika wanita haidh, ia tidak diajak dududk dan makan, serta tidak boleh menyentuh bejana agar bejana tersebut tidak najis. Dia diasingkan di sebuah kemah, lalu roti dan air ditaruh di depannya dan ia tetap ditempatkan di dalam kemah tersebut sampai suci. Kekejian dan kejelekan tersebuar di antara mereka. Mereka menganggap sebagian kebebasan jika wanita menjadi pelacur. Kemudia mereka menuangkan warna-warna misa pada kekejian tersebut dengan memasukkan wanita-wanita ke tempat ibadah dan menjadikan perzinaan sebagai bentuk pendekatan diri kepada tuhan –tuhan mereka.

Kami telah mendapati para tokoh mereka telah menampakkan perzinaan dalam gambar-gambar yang membenarkan bahwa orang-orang Yahudi terjatuh dalam perbuatan-perbuatan keji tersebut. Lalu dikatakan dalam kitab-kitab mereka yang telah dirubah bahwasanya Allah telah mengharamkan kepada orang-orang Yahudi melakukan perbuatan-perbuatan keji dengan kerabatnya dan dibolehkan dengan wanita lain.

Wanita Menurut Bangsa India

Wanita di negri India

Keadaan wanita di negeri india tidaklah lebih baik dari keadaan wanita di yunani dan Romawi. Ia dipisahkan dengan tabiat ilmu dan budaya sejak dahulu, bahkan menurut mereka, wanita wajib dijadikan budak dan laki-laki menempati kedudukan sebagai tuan. Karena telah ditentukan untuknya, yaitu ia menjadi budak bapaknya jika ia seorang gadis dan menjadi budak suaminya jika ia seorang istri. Serta sebagai budak anak-anaknya jika ia seorang janda. Keumuman mereka beragama hindu yang berkeyakinan bahwa wanita merupakan unsure dosa dan penyebab kemunduran perangai  dan jiwa. Sehingga mereka mengharamkan wanita dari semua hak-hak kepemilikan warisan.

Setelah suaminya meninggal, ia tidak punya hak hidup lagi. Sebaliknya dia harus mati pada hari ketika suaminya mati dengan cara dibakar di atas satu tungku. Adat membakar istri dengan api ketika suami meninggal terus berjalan sampai cahaya islam menerangi kerumunan bangsa india, khususnya di masa Raja baik Ung Dzib rohimahulloh. Islam menyelamatkan wanita dari nasib yang buruk dan menghapus  adat tersebut serta memberikan hukuman bagi pelaku adat tersebut.


Wanita Menurut Bangsa China

Wanita di negeri Cina

Secara umum masyarakat china dahulu  dalam kehidupan yang kacau. Hanya ada sebagian kecil di antara kelompok-kelompok itu yang lebih dekat kepada masyarakat yang lebih manusiawi. Mereka bebas berhubungan seks tanpa memiliki rasa malu, sehingga anak-anaknya hanya mengenal ibu-ibu mereka tapi tidak mengenal bapak-bapak mereka. Dalam masyarakat ini, wanita tidak memiliki hak kecuali menerima perintah dan melaksanakannya serta tidak boleh memprotes.

Masyarakat china dahulu memiliki peradaban yang kuat berakar. Di mana  seorang ayah diharuskan berjalan di atas adat yang sudah umum yaitu adat yang mengatur bahwa wanita tidak berhak memperoleh warisan. Seorang anak perempuan tidak boleh menuntut sedikitpun terhadap harta bapaknya. Mereka juga menyamakan wanita seperti air yang mengalir yang membersihkan kotoran, yakni hanya dipakai untuk kesenangan dan dianggap sebagai harta warisan.


Wanita Menurut Bangsa Persia

Wanita di Negeri Persia
Mereka adalah orang-orang yang menguasai hukum di sebagian Negara, yang menentukan kekuasaan, membuat undang-undang dan aturan-aturan. Dan ternyata juga merendahkan wanita dan menzholimi hak-hak wanita.
Mereka menentukan hukuman yang sangat keras karena kesalahan-kesalahan yang ringan. Pada saat yang sama, kaum lelaki mempunyai kebebasan yang mutlak dan hukuman tidak ditimpakan kecuali kepada wanita. Sehingga kalau seorang wanita terjatuh dalam kesalahan yang berulang maka dia harus membunuh dirinya sendiri.
Pada masa itu, terdapat sebuah aturan bahwa wanita dilarang menikah dengan laki-laki di luar kaum Zaradasyty. Sedangkan laki-laki memiliki kebebasan dalam mengatur hawa nafsunya. Dialah yang menguasai karena dia seorang laki-laki.
Kebiasaan lainnya adalah seorang wanita bisa dipindahkan dari tempat yang jauh di luar kota ketika dia sedang haidh. Tidak seorangpun boleh mendekatinya kecuali para pelayan yang menyuguhkan makanan padanya.


Wanita Menurut Bangsa Romawi

Wanita Menurut Bangsa Romawi

Mereka adalah bangsa yang telah mencapai puncak kejayaan dan kemuliaan setelah bangsa Yunani. Kita melihat bahwa UU dan aturan –aturan bangsa ini juga condong kepada kezholiman, keburukan dan penyiksaan terhadap kaum wanita. Di antara ungkapan mereka yang berkaitan dengan wanita adalah: “Sesungguhnya belenggu belum tercabut dan benangnya belum lepas”. Yakni di dalam masyarakat mereka, seorang suami mempunyai hak yang penuh terhadap istrinya, sebagaimana hak raja-raja atas rakyatnya. Sehingga ia mengatur istrinya sesuai dengan hawa nafsunya. Bahkan disebabkan kekuasaan yang teramat besar ini, ia dibolehkan melakukan apa saja sampai dibolehkan pembunuhan terhadap istrinya pada sebagian keadaaan.
Dalam keadaan bangsa, Romawi telah dikenal mencapai kemajuan kehidupan dan peradaban, ternyata mereka tidak juga memperhatikan kebiadaban mereka terhadap kaum wanita ini. Mereka justru memiliki pandangan yang merendahkan wanita dan memperlakukan mereka seperti pelayan.
Dalam situasi kemunduran seperti ini, wanita melihat dirinya terhanyut dalam arus kekejian dan kejahatan, sementara kaum lelaki hanya memandang wanita sebagai pemuas nafsu kesenangan dan syahwat kebinatangan mereka. Aturan hidup seperti itu mengakibatkan kejahatan dan kekejian menjadi laku keras sehingga menjadi budaya kebebasan untuk meraih kedudukan yang besar bagi bangsa Romawi. Mereka hidup di atas persaingan meraih wanita telanjang. Bahkan tersebar adanya kebiasaan kaum lelaki dan wanita berada dalam satu pemandian dengan dilihat dan disaksikan oleh manusia lainnya. Cukuplah bagi engkau kisah-kisah yang tidak tahu malu dan adab keji seperti ini, pada zaman sekarang kadang diungkapkan dengan istilah “adab keterbukaan” dan terkadang diistilahkan dengan nama “pembaharuan” atau “modern”.
Mereka juga mempermudah urusan perceraian karena sebab yang sangat sepele. Karena banyak tersebar perceraian, mengakibatkan para wanita menghitung kebaikan mereka berdasarkan jumlah suami mereka tanpa memiliki rasa bersalah dan malu.
Yang lebih aneh dari itu semua, apa yang disebutkan oleh al Qudais Jarum ( 340-420 M), yaitu tentang seorang wanita yang telah menikah terakhir kali pada hitungan yang ke-23, sementara dia merupakan istri yang ke-21 bagi suaminya yang baru tersebut. (??!!)

Akibat semua itu akhirnya Negara Romawi hancur dengan kehancuran yang buruk sebagaimana bangsa yunani sebelumnya telah hancur. Semua itu dikarenakan mereka tenggelam dalam syahwat kebinatangan yang tidak pantas untuk hewan itu sendiri, apalagi untuk manusia.

Wanita Menurut Bangsa Yunani

                                                             Wanita menurut Bangsa Yunani

Yunani digolongkan sebagai bangsa pendahulu yang paling tinggi  dan paling banyak peradabannya. Jika perhatikan manusia pada awal masa tersebut, berda pada puncak kemunduran dalam segala hal. Sehingga dia tidak memiliki kedudukan di dalam masyarakat. Bahkan muncul suatu keyakinan bahwa sesungguhnya wanita adalah penyebab penderitaan dan musibah bagi seseorang. Sehingga menjadi makhluk yang menempati kedudukan paling rendah.

Dengan keadaan seperti ini, wanita terpuruk ke tingkat kehinaan, kerendahan yang paling dasar dan tidak ada kemulian pada diri mereka. Karena derajat tersebut maka kaum lelaki mereka tidak mau duduk bersama wanita di satu meja makan. Terlebih lagi jika mereka ada tamu asing yang datang, wanita diperlakukan seperti budak yang harus mau melayani dan menemani tamu-tamu itu sekehendak mereka.

Pada generasi berikutnya, aturan tersebut menjadi berubah dimana akibat arus syahwat, perangai kebinatangan dan hawa nafsu menarik mereka untuk memberikan kebebasan kepada wanita dalam urusan seks saja. Dalam urusan ini mereka memberikan kebebasan sebebas bebasnya, sehingga para wanita tak ubahnya seperti pelacur. Akibatnya para pelacur menempati kedudukan yang tinggi. Mereka menjadi pusat yang dikelilingi oleh segala aktifitas masyarakat Yunani. Bahkan mereka membuat hikayat- hikayat untuk para pelacur ini.

Diantara hikayat-hikayat tersebut adalah mereka menjadikan Tuhan Kupid sebagai Tuhan Cinta. Ia merupakan hasil hubungan antara Aprodite yang merupakan istri dari 3 Tuhan. Dan ia merupakan permaisuri dari salah satu Tuhan itu. Karena menikah dengan Aprodite, akhirnya salah satu Tuhan itu menjadi manusia biasa dan lahirlah Kupid sebagai buah cinta mereka, yang kemudia dijadikan sebagai Tuhan Cinta.


Berdasarkan hikayat seperti ini, keumuman penduduk Yunani memandang ikatan perkawinan tidaklah penting dan berarti. Karena perempuan harganya murah dan bisa diraih oleh tangan manusia yang mampu menemaninya secara terang-terangan tanpa ada ikatan pernikahan. Seperti inilah sejarah menyaksikan bahwa bangsa Yahudi menjadi rapuh disebabkan kemunduran ini dan setelah itu tidak ada orang yang menegakkan kehormatan bangsa tersebut kembali.

Jumat, 10 Januari 2014

Darah Haed (Bagian 1)

Banyak wanita (baca : akhowat) yang mempelajari bermacam- macam bidang ilmu. Baik ilmu dunia maupun ilmu agam,,,tapi ada satu yang mereka lupakan untuk mempelajarinya. Yaitu hal ihwal tentang darah kebiasaan yang mereka dapati pada diri mereka sendiri.  Atau mungkin mereka pernah  mempelajari tapi hanya sekedar bentuk formalitas saja. Mereka tidak mau menganalisisnya untuk membedakan antara macam darah yang satu dengan lainnya.

Jadi tidak sedikit, wanita yang masih sering bertanya soal haed walaupun sebelumnya mereka pernah mempelajarinya.

Dalam mempelajari suatu ilmu, harus tahu patokannya agar tidak bingung jika suatu saat ada perubahan padanya. Begitu pula mengenai darah haed, nifas dan istihadhoh. Kita harus tahu patokan masing-masing sehingga tidak akan bingung itu darah haed , istihadhoh atau darah nifas.

Apalagi dengan adanya KB banyak akhowat yang tidak bisa mengenali lagi akan darah haednya sendiri sehingga bingung dalam menghukuminya..Nah, biar gak bingung, kita harus tahu n berkenalan dengannya..
Darah Haed

  • Definisi Haed
Haed atau menstruasi secara bahasa artinya adalah ( السيلان ) aliran sesuatu  dan (جريانه  ) jalannya. Adapun setelah isthilah : darah yang biasa keluar dari seorang wanita yang tidak disebabkan karena melahirkan, jatuh, sakit ataupun terluka.

Berarti darah haed itu sudah biasa bagi wanita pada tiap bulannya, terjadi karena memang tuntutan fithroh seorang wanita, bukan dikarenakan kelahiran, bukan juga dikarenakan luka ataupun sakit.

Adapun secara ilmu kedokteran, haed itu sejatinya adalah ovum yang telah matang tapi  tidak dibuahi sehingga dia mati dan luruh bersamaan robeknya dinding endometrium, sehingga keluarlah ia Menjadi darah haed tiap bulannya…

  • Proses Terjadinya Haed
Kenapa bisa terjadi menstruasi? Yupz tentu saja jawaban pertamanya adalah karena itu sudah taqdir dari Alloh ta’ala kepada kita para wanita. Nah,,adapun proses terjadinya adalah sebagai berikut…

Pernah dengar belum dengan apa yang namanya Oogenesis? Oogenesis adalah proses pembentukan ovum (sel telur) di dalam ovarium kita.  Dari proses Oogenesis inilah kemudian dihasilkan satu buah sel telur (ovum) yang matang, yang siap dibuahi oleh sel sperma.

Kalau sel telur (ovum) ini dibuahi, maka dia akan mengalami fertilisasi alias pembuahan yang seterusnya akan menjadi sebuah proses kehamilan.

Namun, apabila sel telur (ovarium) tersebut tidak dibuahi, maka dia akan mati dan luruh bersamaan dengan robeknya dinding endometrium . Nah, inilah yang kemudia kita sebut sebagai darah haed/ menstruasi.

Jadi itulah alasannya sekaligus jawaban kenapa terkadang atau biasanya saat kita dapet (menstruasi) kebanyakan orang mengeluh rasa sakit di bagian perut atau pingganggnya.  Juga kenapa pada haed hari pertama dan kedua darah kita ada yang sebagiannya kental. Karena  selain matinya sel telur, dinding endometrium ikut robek dan luruh.

  • Hikmah Terjadinya Haed
Alloh selalu menjadikan sesuatu ada hikmahnya, entah hikmah itu kita ketahui ataupun belum kita ketahui. Adapun hikmah haed  yang ana ketahui adalah sebagai berikut:
  1. Haed adalah tanda bahwa rahim seorang wanita itu kosong/ bersih yang artinya tidak ada janin di dalamnya.
  2. Dengan adanya waktu haed, menjadikan kita lebih semangat untuk beribadah kepada Alloh dan beramal sholih. Karena sewaktu haed ada beberapa macam ibadah yang tidak boleh kita lakukan sehingga hal itu menjadikan kita rindu untuk melakukan ibadah lagi.
  3. Dengan adanya haed, cinta suami akan tumbuh karena dia akan merindukan isrtrinya yang tak bisa melakukan hubungan suami istri selama berlangsungnya haed. Dan kebosanan terhadap istrinya akan hilang dan tergantikan oleh rasa rindu tersebut.
  4. Sebuah penelitian dan survey menyatakan, bahwa ada wanita yang biasa tatkala mau haed (biasanya  hari menjelang haed) dan sesudahnya (dua hari menjelang haed) dia akan sangat merindukan orang yang dicintainya. Dan ini memang tuntunan hormon.
  5. Dengan adanya haed berarti rahim dalam keadaan bersih,  dan sebaliknya kalau tidak haed berarti itu menjadi kabar gembira bagi suami istri dengan adanya janin dalam perut si ummi J (pada kebiasaannya).
  6. Dengan haed, Alloh mengajarkan kepada wanita untuk latihan dalam hal kebersihan, karena biasanya wanita yang sedang haed, dia akan risih jika tidak segera mengganti  pembalutnya.
  7. Dengan haed, Alloh mengajarkan kepada kita untuk terbiasa dengan rasa sakit, yaitu yang biasa kita sebut sebagai nyeri haed. Sehingga kita akan lebih siap untuk menghadapi sakit dikala melahirkan.
  8. Dengan haed pula, Alloh mengajarkan kepada wanita untuk terbiasa dengan hal yang jijik, karena darah haed itu jijik. Sehingga nanti dia akan terbiasa dan tidak merasa jijik lagi tatkala merawat anaknya dll.
Saya pernah membaca di sebuah blog (lupa namanya) bahwa salah satu hikmah haed adalah bahwa haed itu menjadi makanan bagi janin. Dan ini belum bisa saya setujui secara logika, kenapa?
  1. = Karena haed itu adalah darah kotor, kalo janin makan darah kotor, apa jadinya?
  2. = Karena haed itu adalah ovum yang yg luruh karena tidak mengalami fertilisasi, dan janin adalah hasil pembuahan antara ovum dan sel sperma. Jika darah haed adalah makanan janin, berarti ovumnya ada dua. Sedangkan wanita itu hanya bisa menghasikan satu sel telur saja.
  3. = sudah diketahui juga, bahwa janin itu makan melalui tali pusat yang ada. Tali pusat atau dalam bahasa arabnya ( إفرازات دموية ) bukanlah darah haed. Walaupun arti secara bahasanya adalah kelenjar yang bersifat darah.
  4. = selama  kehamilan, wanita memang tidak haed, tapi itu bukan berarti darah haed buat makanan janin, akan tetapi tertahan dan akan keluar sebagai darah nifas. Wallohu a’lam.

  • Kapan seorang wanita itu haed? Dan berapa lama haednya dalam sekali siklus..? Para ulama rohimahumulloh berselisih tentang batas umur wanita haed. ADa yang mengatakan seorang wanita haed pada umur sekian dan sekian sehingga jika di luar batas umur tersebut maka darah yang keluar dihukumi sebagai darah yang rusak, bukan haed. Namun, insya Alloh pendapat yang kuat dan benar adalah bahwa tidak ada batas tertentu dalam masalah umur wanita haed.  Tidak hanya pada usia 12 tahun seorang wanita itu haed atau setelah umur 50 tahun mereka tidak haed.  Tetapi ada wanita itu yang pada usia 9 tahun dia sudah haed, atau bahkan setelah usia 50 tahunpun dia masih tetap haed.  Maka darah yang keluar di bawah umur 12 tahun dan di atas umur 50 tahun itupun disebut haed dan berlaku hukum-hukum sepeutar haed padanya.
Adapun berapa lamanya haed dalam sekali siklus, para ulamapun berselisih pendapat di dalam hal ini. Maka ketahuilah, bahwa haed yang normal itu terjadi sebulan sekali dengan siklus waktu 28 sampai 35 hari. Dan lama haed itu minimalnya adalah satu hari dan paling lamanya adalah 15 hari. Adapun di negeri kita Indonesia ini, wanita biasanya pada hari ke-6 atau ke-7 atau ke-8 sudah bersih dari haed.

  • Bagaimana jika setelah 15 hari masih keluar darah? Para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini. Apakah darah yang keluar setelah 15 hari itu dihukumi sebagai darah haed atau darah istihadhoh?

Fadhilatus syaikh Muhammad ibn sholih al Utsaimin di dalam kitab kecil beliau risalah fid dimaa-it thobi’iyyah linnisaa mengatakan bahwa yang showab adalah bahwa darah itu tetap dihukumi darah haed seperti pendapat ad darimiy dan Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah. Karena mengacu dari nas Al Qur’an secara zhohir :
(( وَ يَسْأُلونَكَ عَنِ المَحِيْض قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النّسَاءِ فِى المَحييض. وَلا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْن ))
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci”.

Dari ayat di atas Alloh menyuruh kita menghindari tempat keluarnya haed selama wanita itu haed, dan mendekatinya lagi saat sudah mereka sudah bersuci. Di sini Alloh tidak membatasi atau menentukan kapan (harinya) mereka suci. Jadi berlakulah hakum haed itu wujuudan wa ‘adaman. Kalo ditemukan darah haed, berarti berlakulah hukum haed dan jika tidak ditemukan darah haed, maka gugurlah hukum tersebut.

Adapun pendapat kedua seperti di atas, yaitu haed paling lama adalah 15 hari, jika ada darah yang keluar setelah 15 hari tersebut, maka darah tersebut dihukumi sebagai darah istihadhoh dna gugurlah hukum haed padanya.

Terus kesimpulannya apa donk? Yang rojih yang mana? Pendapat pertama atau kedua? Tafadhol mau ikut pendapat pertama atau kedua, karena masing-masing memiliki dalil dan dalam masalah ijtihadiyah semacam ini tidak ada dosa,, wallohu ta’ala a’lam

-:bersambung..:-

Sabtu, 04 Januari 2014

Fawaid dari Ustadzuna Abdurrahman Buthon as Salafi

Fawaid:

Waktu akhir2 kelas ali kemaren,,ada yg inget gak..?
Bahas akhir2 halaman kitab masail jahiliyyah, oleh ust tercinta qta, fadhilatul Ustadz abdurrohaman buthon, tentang at thorq...

Ustadz: ath thorqu ay al khottu, yakhutthu bil ardhi,,,,ila akhirihi.
terus beliau berkata: termasuk ini adalah meramal dengan kancing baju..

ana: Loochh..?? (sangsi.com)
ustadz: kenapa kok looh?? anti pernah melakukannya??
ana: ya..ya..dulu ustadz...
akhirnya akhwat rame: iya ustadz, kalo mau pulang: pulang, enggak, pulang, enggak, pulang..enggak..kita pake kancing baju ustadz.

ustadz: lha ya, ikhwan juga kalo mau liburan mesti begitu. ketahuilah akhwat! ini termasuk perkara jahiliyyah!!

ana: tapi kan itu ustadz..
ustadz: tapi apa?
ana: kita kan gak sungguhan, cuma main2 aja, buat gurauan aja..misalkan udah selesai jawab soal yg a,b,c,d, terus karena males koreksi pake kancing baju: a, b, c atau d, tapi gak beneran mnjdi pilihan..

ustadz: Cuma maenan..? wallohi akhwat!! apakah kalian bisa menjamin hati kalian dari rasa aman untuk tdk mmpercayainya? walaupun hanya sekedar gurauan, ini perkara jahiliyyah!

singggg-----langsung diem 1000 bahasa---

#nah, kesimpulannya apa..?? jawab sendiri yow
hayuuuh...siapa yg pernah meramal dengan kancing baju...??

Jumat, 03 Januari 2014

Jawaban "Ngglonoh"

Jawaban “ngglonoh”

Ketika menjawab pertanyaan teman, sering kita menjawabnya dengan “ngglonoh” dengan maksud sekedar bercanda. Tapi yang mau saya ceritakan di sini bukan hal seperti itu. Saya pernah menjawab pertanyaan sewaktu imtihan (baca: test / ujian ) dengan jawaban yang “ngglonoh”. Yang sampai sekarang hanya menjadi penyesalan yang berkepanjangan jika saya mengingatnya.

Yaitu pada saat ujian mata pelajaran tazkiyatun nufus dengan ustadz pembimbing al ustadz abu Hammad, semoga Alloh menjaga beliau. Waktu itu ada satu nomer yang saya nggak tahu jawabannya. “Sebutkan atsar salaf tentang istighfar!”.
Sebuah tulisan yang pernah saya baca langsung muncul. Yaitu perkataan ‘Ali ibn Abi Tholib. Tapi…saya tidak membacanya sama sekali. Cuma yang saya ingat di halaman kedua dari bab itu ada perkataan ‘Aliy ibn abi Tholib, Cuma perkataannya apa saya tidak membacanya. Karena saya kalau belajar itu Cuma meringkas yang penting-penting saja, yang menurut feeling saya akan keluar. Jadi waktu mau imtihan, malamnya saya Cuma belajar buku ringkasan saja, gak pake buka lagi kitab rujukan. Jadi otomatis saya gak bisa jawab tu soal karena memang tidak ada di buku ringkasan saya. Masak iya saya mau ngawur membuat sebuah ucapan kemudian saya sandarkan ke seorang sahabat mulia ‘Aliy bin abi tholib??? Nggak banget kan?? Apalagi saya sudah kelas akhir, masak iya jawab ngawur kayak gitu?? Kan dosa tuh, namanya berbohong atas nama sahabat, pake sengaja lagi…

Jiaacchh..galau kuadrat dech gak bisa jawab tu soal, masih saya biarin kosong. Kalau gak salah itu soal nomer 4. Cuma saya pandangin saja sambil melihat teman-teman yang juga galau mikir jawaban imtihan.

Mau saya jawab “wallohu a’lam” apalagi kan emank itu yang menjadi pilihan tholibil ilmi dalam menjawab soal yang tak bisa ia jawab. Lumayan dapat setengah nilai…

Tapi entah syaithan mana yang tiba-tiba membuatku punya ide untuk menjawabnya secara “ngglonoh”. Waktu itu dalam hati saya berkata: “hehee…sesekali ngglonoh akh, pasti entar ustadznya juga senyum-senyum sendiri baca jawabanku”

akhirnya dengan senyum-senyum iseng aku jawab dengan perkataan Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam :
((  وَ اللهِ لَأسْتَغْفِر اللهَ وَ أتُوب إليه في اليَوم أكْثَر مِن سبْعِين مرَّة ))
Terus saya tambahin di sebelahnya :
 ( هذا كلام النبي صلى الله عليه و سلم, لان النبي هو خير السلف علينا )

Waktu nulisnya mah seneng-seneng aja,,,tapi setelah selesai dan sudah terlanjur dikumpulkan…uuukhh..nyesel banget…
baru pertama itu saya jawab soal dengan “ngglonoh”. Nggak “ngglonoh” gimana coba, udah jelas-jelas yang ditanyakan itu adalah atsar salaf, bukan sunnah Nabi, tapi malah dengan “ngglonoh” aku jawab pake perkataan Nabi. Terus takut juga kena marah ma ustadznya, masak iya saya yang biasanya juara satu malah jawab soal seenak diri sendiri?? Bener-bener keterlaluan dech.. Harusnya saya dihukum, kalo mau juga yang nomer 4 itu dikasih nilai nol saja.

Tapi,,waktu hasil imtihannya dibagikan..kaget banget, loch kok bisa aku dapet nilai tertinggi lagi..?? Langsung saya lihat point untuk nomer 4. Tuing..gak dapat sempurna sich pointnya. Tapi masak iya dikasih point nilai 3 buat jawaban no.4… waaahh…gak bener nich..harusnya dikasih nilai nol and dikasih peringatan pake tinta merah “jawab yang bener, jangan ngglonoh!”

Tapi nyatanya tak saya dapati tulisan seperti itu..
“hiks..ustadz,,,kenapa nilai saya tetap bagus,,,? Harusnya kan salah besar jawaban saya untuk nomer 4.. :’( ”

Hmmm…kalau teman-teman mah bilangnya “ya udah. Kalo gak mau tukeran aja nilainya. Gak bersyukur, dikasih bagus juga”.

bukannya nggak bersyukur…tapi saya sedih…kenapa aku jawabnya “ngglonoh” banget…habis itu e..malah dapat nilai juga… nyesel banget dech… :’(

Jumat, 27 Desember 2013

Hasad, Pengikis Cinta kepada Teman Sejawat

Hasad,  Pengikis Cinta kepada Teman Sejawat

Sahabat,,ke manakah anda akan memuaskan diri anda tatkala ada setitik rasa hasad kepada teman anda sendiri…? Ke manakah jiwa anda akan anda bawa pergi dari perasaan ini..? Ke manakah anda akan menghibur diri dari rasa bersalah tatkala menyadari penyakit ini..? Perasaan hasad kepada teman kita sendiri, bahkan teman sejawat yang sudah kita anggap sebagai sahabat… Sebuah perasaan yang dengannya terkikis rasa cinta kita kepada teman kita sendiri…

Semoga ringkasan ini bisa membuat kita sadar dan mendeteksi lebih awal agar rasa hasad ini cepat kita kenali sehingga kita bersegera untuk membuang rasa tersebut jauh-jauh..
Adalah penyakit yang sangat mengakar pada tholibil ilmu. Contohnya dulu kita seorang diri di desa itu. Menjadi orang yang paling alim di desa itu. Semua orang akan bertanya kepada kita. Tapi ketika ada adik kelas kita yang datang atau orang alim lainnya yang datang. Maka terpecahlah perhatian masyarakat, tidak hanya kepada kita tapi juga kepada yang lainnya. Sehingga munculah rasa hasad, rasa jengkel dan kemudian membuat persatuan yang ada menjadi terpecah2.

Penyakit ini akan semakin menambah keras hati dan menambah jauhnya seorang hamba dari sebuah kebenaran. Seandainya kita membuka pintu saling menasehati, niscaya kita akan dicukupkan dari penyakit ini.

Karena penyakit ini jugalah kenapa abu Jahal tidak mau masuk Islam. Karena dia hasad, kenapa keutamaan tidak diberikan kepada kaumnya al makhzumiy, kenapa harus diberikan kepada rosululloh yang berasal dari al hasyimiy. Jadi jelaslah bahaya perasaan hasad ini.

Kalo kita melihat kekurangan seseorang, lalu dia cepet2 mendoakan kebaikannya dan tidak terima temennya digunjing niscaya akan baik urusan nya.

Seandainya orang yang hasad mau berpikir sedikit saja, dia itu menolak qodo’ Alloh ta’ala. Kenapa kok Alloh memberikan nikmat kepada fulan???!!

Kenali ciri rasa hasad…Vonislah bahwa diri anda telah terjangkiti penyakit hasad tatkala anda menemui tanda-tanda di bawah ini:

1.       Merasa senang dengan kesalahan yang diperbuat oleh temannya.
Dia akan merasa bahwa kesalahan teman sejawatnya ini lebih besar dari pada kesalahan teman yang lainnya. Karena temannya tersebut adalah saingannya dan dia ingin menjadi yang terdepan dari pada temannya itu. Ini adalah perkara bathin, dan tidak ada tholibil ilmi yang selamat darinya kecuali sedikit saja. Kalau anda mendapatinya, segeralah menolak dan buang jauh-jauh rasa ini dan segera bertaubat kepada Alloh.

2.       Merasa senang dengan ketidakhadiran temannya.
Contohnya adalah tatkala teman kita gak hadir di kelas karena sakit. Maka kita gembira dengan ketidakhadirannya ini karena dengan begitu kita akan mendapat jatah lebih dalam menjawab pertanyaan ustadz, dan ustadz akan memuji kita karena kita selalu hadir di majelisnya, sebaliknya citra temannya akan berkurang karena tidak masuk.

3.       Merasa senang apabila temannya itu disindir atau dihinakan.
Dia tidak akan berusaha mencegah apabila ada seseorang yang mengghibah temannya. Dan ini haram. Dia saja akan merasa tak senang apabila orang awam dighibah, apalagi apabila temannya yang seorang tholibil ilmi yang jelas bisa diambil manfaat ilmunya, maka seharusnya dia lebih mencegah agar orang lain tak mengghibah temannya tersebut.

4.       Menyindir temannya atau berbicara dengan maksud mengurangi keutamaan temannya apabila ada yang bertanya tentang temannya tersebut.
Contohnya adalah tatkala ada yang bertanya kepada anda tentang hal yang berkaitan dengan teman anda “ustadz, bagaimana ya jika seandainya saya belajar privat dengan fulan?”, maka anda akan menyebut kelemahan orang yang ditanyakan tersebut atau menyindirnya dengan maksud mengurangi keutamaan dan citra teman anda itu.

5.       Merasa sempit dan tidak suka apabila soal yang ditanyakan kepada temannya sedangkan dia juga hadir di situ.
Contohnya adalah saat anda sedang berkumpul dengan teman-teman anda sesame ustadz, kemudian ada seseorang yang bertanya kepada salah satu teman anda, maka anda merasa tak enak dengan hal itu, dan anda bertanya dalam hati: ”kenapa sich kok gak Tanya kea q aja? Pinteran aq kelesss”.

6.       Meremehkan manfaat atau ilmu yang ada pada temannya.
Contohnya, apabila ada suatu permasalahan yang sulit. Kemudian anda membuka kitab-kitab, majalah dan jilid2, tapi Alloh tidak membuatmu menemukan permasalahan itu. Dan ternyata teman anda menemukannya. Maka anda merasa sempit dengan hal itu dan menyembunyikan kekagumannya. Tapi apabila orang lain yang menemukannya, anda tidak akan merasa sesempit itu. Bahkan anda akan memuji orang lain itu dan tak henti-hentinya menyebut kehebatan orang lain tersebut.

7.       Berusaha untuk mencari kesalahan pada kalam temannya atau mengkritik apa saja apabila temannya ini menjawab.
Dia akan memperhatikan apa yang disampaikan oleh temannya untuk mencari kesalahan-kesalahan yang ada. Kalaupun tidak menemukan kesalahan pada kalamnya, maka dia akan berusaha memalingkannya ke pada makna yang lain atau mentakwilkannya kepada hal yang salah.

8.       Tidak menyandarkan keutamaan atau kemanfaatan kepada temannya apabila dia mengambil manfaat atau keutamaan dari temannya ini.
Contohnya adalah tatkala anda membahas tentang sebuah masalah, kemudian dia mengambil dari temannya. Namun, dia tidak mau mengakuinya. Tidak mau menyandarkannya pada temannya dan dia sandarkan langsung kepada ulama. Dan ini menjadi sebab mahqi barokatil ‘ilmi, dihapusnya barokah ilmu.

Seorang penyair berkata:
إذا  أفادَك َ إنْسَانٌ   بِفَائِدَةٍ        مِنَ العُلُوْمِ  فَأَدْمِنْ  شَكْرَه  أبَدا
و قُل فلانٌ جَزاهُ اللهُ صَالِحَةً      أفَادَنِيْهَا وَ ألْقِ الكِبْرَ و الحَسَدَا
Apabila ada seseorang yang member manfaat padamu dari suatu ilmu, maka benar2lah berterimakasih padanya.
Dan hendaknya mengucapkan “jazakallohu sholihah” karena dia telah memberikan faedah padanya dan buanglah rasa sombong dan hasad.

Ustadzku Abu Umar Farouq Ahmad Sabiq –semoga Alloh menjaganya- berkata:

“syaithon tatkala masuk ke hati hamba Alloh dia tahu kepada siapa dan bagaimana dia menggoda. Tatkala dia menemukan seorang yang awam maka akan digodanya dengan rasa was-was. Dan ketika dia menemukan seorang tholibil ilmi, maka dia akan menggodanya dengan bid’ah. Dan ketika dia menemukan seorang tholibil ilmi, da’i, ulama maka dia akan menggodanya dengan syahwat, dan ini sedikit sekali. Yang paling banyak adalah digoda dengan rasa hasad dan perpecahan. Ingin menjadi yang terdepan adalah penyakit yang diberikan kepada orang-orang yang diberi keutamaan. Entah keutamaan berupa harta, wajah ataupun ilmu”

Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala yang menguasai hati kita, menjaga dan menegur sesegera mungkin apabila penyakit ini menghinggapi hati kita… Hanya kepada Alloh-lah kita berlindung dari godaan Syaithon yang selalu membisikkan rasa ini ke dalam dada kita…

Maroji’: kitab ma’alim fi thoriqi tholibil ‘ilmi halaman: 87-92 bifadhilatis syaikh: ‘Abdul Aziz ibn Muhammad ibn ‘abdulloh as Sarhaan.

Rabu, 25 Desember 2013

Hukum Mengucapkan "Selamat Natal"

Hukum Mengucapkan “ Selamat Natal ” 
Ini tulisan setahun yang lalu..ane update dan ana revisi lagi,,semoga bermanfaat…

Dan mungkin,,,tulisan ini akan menimbulkan pro dan kontra di antara kita. Dan saya menulis ini hanya sebagai secuil nasehat bagi kita semua. Bukan karena kesombongan…. Tentu Anda semua mengetahuinya, bahwa,,, kita ummat Islam harus saling nasehat menasehati. Karena Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda :

(( الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ))

Yang kemudian para sahabat bertanya : “kepada siapa wahai Rosululloh?”
Dan Beliau menjawab : “ kepada Alloh, kepada kitab2Nya, Rosul2Nya dan kepada ummat Islam”.

Itulah wahai sahabatku..jadi janganlah anda bersuuzhon jika ada orang yang menasehati kalian atau yang mengingatkan kalian. Kita harus belajar berlapang dada dalam masalah ini. Semoga Alloh menjadikan kita termasuk orang2 yang sabar dalam menyikapi masalah…Aamien…

“Natalan adalah ujian bagi aqidah kita”

Sahabatku..masalah tentang mengucapkan selamat natal kepada teman2 kita yang nasrani adalah masalah yang diperselisihkan ulama. Ulama2 seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Nashiruddin al Albaniy, Syaikh Muhammad ibn Sholih al Utsaimin dan ulama2 seperti mereka mengharmkan mengucapkan selamat natal. Dan adapun Syaikh2 seperti Al Qhordowi membolehkannya dengan alasan sudah adanya perubahan global…
Nah,, manakah yang harus kita ambil dan jadikan pegangan..? 

Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada kita untuk kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah tatkala terjadi perselisihan para ulama.
Kalo begitu…bukalah Al Qur’an anda…

ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم

“ Dan orang2 Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepadamu kecuali jika kamu mengikuti agama mereka”

Dan mengucapkan selamat natal adalah termasuk mengikuti agama mereka dan bahkan bisa menguatkan agama mereka.
Dan sabda Rosululloh sallallohu ‘alahi wa sallam:

(( مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ))

“ Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka”

Fatwa Lajnah Daimah (Komisi Fatwa Arab Saudi) pun telah melarang memberikan ucapan selamat natal kepada kaum nasrani. (Fatawa al lajnah ad da’imah :3/313)

MUI pun di dalam fatwanya yang ditetapkan di Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H atau 7 Maret 1981 M memutuskan bahwa:
1. Perayaan natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa ‘alaihis salam, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas (baca sendiri fatwa MUI)
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram.
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Alloh subhanahu wa ta’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan natal.

Dan termasuk kegiatan natal adalah memberikan ucapan selamat natal..

Jika pembahasan ini terlalu sulit bagi Anda…cobalah Anda merenung sejanak…dan berpikirlah…

Cobalah baca sebentar tentang sejarah Rosululloh shallallohu ‘alahi wa sallam. Kita tahu, bahwa di zaman beliau juga saat itu sudah ada umat nasrani dan Yahudi. Dan tentu saja peristiwa “natalan” sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Tapi..yang menjadi pertanyaan… apakah Rosululloh mengucapkan “selamat natal” kepada mereka? Dan saya belum pernah membaca sebuah hadits yang memberitahukan kepada kita bahwa beliau mengucapkan “ selamat natal” atau sejenisnya kepada orang2 nasrani. Kalaupun beliau mengucapkan dan melakukan hal itu, tentu sudah dicatat oleh para sahabat yang mulia.

Yang kedua….kita lihat dalam kehidupan para sahabat, dan ternyata merekapun tidak pernah mengucapkan “ selamat natal” kepada orang2 nasrani.
Para Ulama Salafus Sholihpun tidak ada yang melakukannya…

Nah…kalo kita melakukannya…apakah kita merasa lebih baik dari mereka semuanya? Atau merasa lebih baik dari pada Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam..? Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik2 manusia..paling dermawannya manusia, paling toleransinya manusia. Jika beliau tidak mengucapkan selamat natal, lantas pantaskah kita menuduh beliau sebagai orang yang tidak mau toleransi..? 

Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam melakukan mu’amalah juga dengan mereka sebagaimana kita melakukan mu’amalah dengan mereka pula. Tapi hendaknya hanya muamalah dunia saja. Sedangkan mengucapkan selamat natal termasuk masalah keyakinan, iqtiqodiyah. Kalo kita mengucapkan selamat natal, berarti kita juga meyakini apa yang mereka yakini.

Anda pasti berpikir, Bagaimana kita bisa seperti itu..? Sedangkan tatkala kita lebaran, mereka ikut merayakannya bersama kita, mengucapkan lebaran bersama kita..? Mereka baik kepada kita, mereka temen kita, sahabat kita…atau bahkan orang yang special buat kita..?

Tidak hanya Anda. Sayapun punya teman2 nasrani, sahabat nasrani, tetangga nasrani,,dan bahkan paman2 saya dari pihak ayah ada yang nasrani sampai sekarang. 

Sahabatku…mereka memang boleh mengucapkan “ selamat lebaran” kepada kita. Dan jika mereka mengucapkannya, maka kita boleh menerima ucapan itu. Tapi…kita harus tetap menunjukkan izzah islam kita. Islam itu agama yang haq, agama yang tinggi…itulah yang harus kita ingat. Dan ini bukan kesombongan. Karena Alloh dan RosulNya lah yang mengatakan demikian. Bahwa agama kita ini agama yang tinggi dan diridhoi olehNya.

Dan sebenarnya, walaupun kita tidak memberi ucapan “selamat natal ” kepada mereka, mereka sudah mengetahui bahwa kita dilarang untuk itu.

Yaaa…kita berbicara baik-baiklah kepada teman kita yang nasrani, tanpa harus menyinggung perasaan mereka secara pribadi. Dan jika secara zhohir dia tidak tersinggung, itu sudah cukup bagi kita. 

Saudara2 saya juga seperti itu…mereka sudah tahu sikap saya dan keluarga saya sebagai seorang muslim…dan Andapun harus mencobanya untuk membiasakan mereka untuk tidak menunggu2 kita untuk mengucapkan selamat natal kepada mereka…

Atau…bagi Anda yang membolehkannya…mungkin berdalil dengan :
Firman Allah swt :Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah:

Dan juga :
Firman Allah swt yang Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

Tapi..benarkah seperti itu pengamalan ayat di atas..? dengan mengucapkan selamat natal juga bagi mereka..? Kalo benar seperti itu pengamalannya, tentu Rosul dan para Sahabat dan para tabi’in sudah mengamalkannya pula. Atau Anda menuduh mereka tidak mengetahui maksud ayat di atas..? 

Dan memang benar, fatwa ulama bagian riset eropa membolehkan mengucapkan selamat natal..tapi…manakah yang Anda pilih..? perkataan ulama bagian riset eropa atau perkataan dan perilaku Rosul..?

Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu pernah berkata :
“ Sungguh kalian ini akan ditimpa batu dari langit, saya mengatakan ‘ Rosululloh telah berkata’ tapi kalian malah berkata ‘ Umar dan Abu Bakar telah berkata’”.

Kecuali,,,jika ummat muslim yang berada di eropa memang diharuskan untuk mengucapkannya dan mereka memang tak bisa hijroh dari negri itu..ya kher, lebih baik mengucapkannya, dari pada mendapat hal yang lebih buruk dari itu yaitu dilarangnya agama Islam di sana..

Allohumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an…

*Kita boleh bersama dengan mereka dalam hal mu’amalah, tapi jangan ikut2an dalam hal aqidah*

Wallohu ta'ala a'lam..


Jumat, 13 Desember 2013

فضل بر الوالدين و صلة الأرحام


Naahhh,,,nie kitab yang masya Alloh isinya :)
Lembaran demi lembarannya membuat kita meneteskan air mata. Apalagi di halaman awal- awal terangkum di sana bagaimana ibu kita mengandung kita dan kemudia melahirkan dan membesarkan kita...

Begitu juga perjuangan ayah kita yang tidak sedikit berkorban demi kita..

Judul Kitab : fadhlul Waalidaini wa Shillatil Arhaam
ditulis oleh : samahatus Syaikh Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baazz dan Fadhilatus Syaikh Muhammad bin sholih al Utsaimin rohimahumallohu.
dikumpulkan oleh : Seorang Tholabatul Ilmi
Cetakan: Daar Ibn Khuzaimah, Riyadh


Yang ane punya mah cuma foto copiannya...tapi...bukan wajahnya kan yang jadi standartnya..tapi isinya itu yang kereeen masya Alloh :)

Dari kitab ini kita bisa tahu apa hakekat birrul walidain sesungguhnya, apakah dengan mematuhi semua perkataan orang tua?? apakah dengan memberinya uang dan membahagiakan orang tua dengan dunia tanpa mau mengingatkan mereka kepada akherat karena tak ingin silat lidah dengan mereka?? Bagaimana birrul walidain setelah orang tua meninggal? Definisi menyambung silatur rohim yang benar seperti apa? Bagaimana bermuamalah dengan kerabat yang non muslim,,,batas campur tangan orang tua ketika anaknya sudah menikah...

Dan pembahasan lainnya yang sangat penting untuk kita ketahui...