Siapa bilang islam adalah agama yang mengekang hak wanita? siapa bilang Islam tidak menghargai wanita? siapa bilang islam menodai hak persamaan antara wanita dan laki-laki??
Open u'r eyes guys,,,
lihatlah...apakah kenyataannya emank seperti itu..?
Wallohi, Islam adalah agama yang menempatkan wanita pada tempatnya yang mulia...silahkan baca link di bawah ini agar qta tahu..agama manakah sebenarnya yang telah menzholimi dan mengekang hak wanita...
Wanita Menurut Bangsa Yunani
Wanita menurut Bangsa Romawi
Wanita Menurut Bangsa Persia
Wanita Menurut Bangsa China
Wanita Menurut Bangsa India
Wanita Menurut Yahudi
Wanita Menurut Nasrani
Wanita Menurut Bangsa Arab di Zaman Jahiliyah
Mereka semuanya sebelum datangnya cahaya Islam berbuat aniaya dan zholim terhadap wanita, dan kemudia Islam, agama yang mulian, telah mengangkat harkat dan martabat wanita, meletakkan wanita pada kedudukannya yang mulia, mewajibakan suami agar berlemah lembut kepada istrinya, memberikan hak waris kepada wanita, memberikan hak kepada wanita untuk memberikan suaranya dan pendapatnya..
Lantas,,,pantaskah bila islam dituduh sebagai agama yang menghapus hak persamaan anatara wanita dan laki-laki???
Silahkan jawab sendiri :)
sumber: Nisa' haular Rosul, Mahmud Mahdi Al Istambuli dan Mushtafa abu Nasr asy Syalabiy.
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Januari 2014
Jumat, 03 Januari 2014
Jawaban "Ngglonoh"
Jawaban “ngglonoh”
Ketika menjawab pertanyaan teman, sering kita menjawabnya dengan “ngglonoh” dengan maksud sekedar bercanda. Tapi yang mau saya ceritakan di sini bukan hal seperti itu. Saya pernah menjawab pertanyaan sewaktu imtihan (baca: test / ujian ) dengan jawaban yang “ngglonoh”. Yang sampai sekarang hanya menjadi penyesalan yang berkepanjangan jika saya mengingatnya.
Yaitu pada saat ujian mata pelajaran tazkiyatun nufus dengan ustadz pembimbing al ustadz abu Hammad, semoga Alloh menjaga beliau. Waktu itu ada satu nomer yang saya nggak tahu jawabannya. “Sebutkan atsar salaf tentang istighfar!”.
Sebuah tulisan yang pernah saya baca langsung muncul. Yaitu perkataan ‘Ali ibn Abi Tholib. Tapi…saya tidak membacanya sama sekali. Cuma yang saya ingat di halaman kedua dari bab itu ada perkataan ‘Aliy ibn abi Tholib, Cuma perkataannya apa saya tidak membacanya. Karena saya kalau belajar itu Cuma meringkas yang penting-penting saja, yang menurut feeling saya akan keluar. Jadi waktu mau imtihan, malamnya saya Cuma belajar buku ringkasan saja, gak pake buka lagi kitab rujukan. Jadi otomatis saya gak bisa jawab tu soal karena memang tidak ada di buku ringkasan saya. Masak iya saya mau ngawur membuat sebuah ucapan kemudian saya sandarkan ke seorang sahabat mulia ‘Aliy bin abi tholib??? Nggak banget kan?? Apalagi saya sudah kelas akhir, masak iya jawab ngawur kayak gitu?? Kan dosa tuh, namanya berbohong atas nama sahabat, pake sengaja lagi…
Jiaacchh..galau kuadrat dech gak bisa jawab tu soal, masih saya biarin kosong. Kalau gak salah itu soal nomer 4. Cuma saya pandangin saja sambil melihat teman-teman yang juga galau mikir jawaban imtihan.
Mau saya jawab “wallohu a’lam” apalagi kan emank itu yang menjadi pilihan tholibil ilmi dalam menjawab soal yang tak bisa ia jawab. Lumayan dapat setengah nilai…
Tapi entah syaithan mana yang tiba-tiba membuatku punya ide untuk menjawabnya secara “ngglonoh”. Waktu itu dalam hati saya berkata: “hehee…sesekali ngglonoh akh, pasti entar ustadznya juga senyum-senyum sendiri baca jawabanku”
akhirnya dengan senyum-senyum iseng aku jawab dengan perkataan Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam :
Ketika menjawab pertanyaan teman, sering kita menjawabnya dengan “ngglonoh” dengan maksud sekedar bercanda. Tapi yang mau saya ceritakan di sini bukan hal seperti itu. Saya pernah menjawab pertanyaan sewaktu imtihan (baca: test / ujian ) dengan jawaban yang “ngglonoh”. Yang sampai sekarang hanya menjadi penyesalan yang berkepanjangan jika saya mengingatnya.
Yaitu pada saat ujian mata pelajaran tazkiyatun nufus dengan ustadz pembimbing al ustadz abu Hammad, semoga Alloh menjaga beliau. Waktu itu ada satu nomer yang saya nggak tahu jawabannya. “Sebutkan atsar salaf tentang istighfar!”.
Sebuah tulisan yang pernah saya baca langsung muncul. Yaitu perkataan ‘Ali ibn Abi Tholib. Tapi…saya tidak membacanya sama sekali. Cuma yang saya ingat di halaman kedua dari bab itu ada perkataan ‘Aliy ibn abi Tholib, Cuma perkataannya apa saya tidak membacanya. Karena saya kalau belajar itu Cuma meringkas yang penting-penting saja, yang menurut feeling saya akan keluar. Jadi waktu mau imtihan, malamnya saya Cuma belajar buku ringkasan saja, gak pake buka lagi kitab rujukan. Jadi otomatis saya gak bisa jawab tu soal karena memang tidak ada di buku ringkasan saya. Masak iya saya mau ngawur membuat sebuah ucapan kemudian saya sandarkan ke seorang sahabat mulia ‘Aliy bin abi tholib??? Nggak banget kan?? Apalagi saya sudah kelas akhir, masak iya jawab ngawur kayak gitu?? Kan dosa tuh, namanya berbohong atas nama sahabat, pake sengaja lagi…
Jiaacchh..galau kuadrat dech gak bisa jawab tu soal, masih saya biarin kosong. Kalau gak salah itu soal nomer 4. Cuma saya pandangin saja sambil melihat teman-teman yang juga galau mikir jawaban imtihan.
Mau saya jawab “wallohu a’lam” apalagi kan emank itu yang menjadi pilihan tholibil ilmi dalam menjawab soal yang tak bisa ia jawab. Lumayan dapat setengah nilai…
Tapi entah syaithan mana yang tiba-tiba membuatku punya ide untuk menjawabnya secara “ngglonoh”. Waktu itu dalam hati saya berkata: “hehee…sesekali ngglonoh akh, pasti entar ustadznya juga senyum-senyum sendiri baca jawabanku”
akhirnya dengan senyum-senyum iseng aku jawab dengan perkataan Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam :
(( وَ اللهِ
لَأسْتَغْفِر اللهَ وَ أتُوب إليه في اليَوم أكْثَر مِن سبْعِين مرَّة ))
Terus saya tambahin di sebelahnya :
( هذا كلام
النبي صلى الله عليه و سلم, لان النبي هو خير السلف علينا )
Waktu nulisnya mah seneng-seneng aja,,,tapi setelah selesai
dan sudah terlanjur dikumpulkan…uuukhh..nyesel banget…
baru pertama itu saya jawab soal dengan “ngglonoh”. Nggak “ngglonoh” gimana coba, udah jelas-jelas yang ditanyakan itu adalah atsar salaf, bukan sunnah Nabi, tapi malah dengan “ngglonoh” aku jawab pake perkataan Nabi. Terus takut juga kena marah ma ustadznya, masak iya saya yang biasanya juara satu malah jawab soal seenak diri sendiri?? Bener-bener keterlaluan dech.. Harusnya saya dihukum, kalo mau juga yang nomer 4 itu dikasih nilai nol saja.
Tapi,,waktu hasil imtihannya dibagikan..kaget banget, loch kok bisa aku dapet nilai tertinggi lagi..?? Langsung saya lihat point untuk nomer 4. Tuing..gak dapat sempurna sich pointnya. Tapi masak iya dikasih point nilai 3 buat jawaban no.4… waaahh…gak bener nich..harusnya dikasih nilai nol and dikasih peringatan pake tinta merah “jawab yang bener, jangan ngglonoh!”
Tapi nyatanya tak saya dapati tulisan seperti itu..
“hiks..ustadz,,,kenapa nilai saya tetap bagus,,,? Harusnya kan salah besar jawaban saya untuk nomer 4.. :’( ”
Hmmm…kalau teman-teman mah bilangnya “ya udah. Kalo gak mau tukeran aja nilainya. Gak bersyukur, dikasih bagus juga”.
bukannya nggak bersyukur…tapi saya sedih…kenapa aku jawabnya “ngglonoh” banget…habis itu e..malah dapat nilai juga… nyesel banget dech… :’(
baru pertama itu saya jawab soal dengan “ngglonoh”. Nggak “ngglonoh” gimana coba, udah jelas-jelas yang ditanyakan itu adalah atsar salaf, bukan sunnah Nabi, tapi malah dengan “ngglonoh” aku jawab pake perkataan Nabi. Terus takut juga kena marah ma ustadznya, masak iya saya yang biasanya juara satu malah jawab soal seenak diri sendiri?? Bener-bener keterlaluan dech.. Harusnya saya dihukum, kalo mau juga yang nomer 4 itu dikasih nilai nol saja.
Tapi,,waktu hasil imtihannya dibagikan..kaget banget, loch kok bisa aku dapet nilai tertinggi lagi..?? Langsung saya lihat point untuk nomer 4. Tuing..gak dapat sempurna sich pointnya. Tapi masak iya dikasih point nilai 3 buat jawaban no.4… waaahh…gak bener nich..harusnya dikasih nilai nol and dikasih peringatan pake tinta merah “jawab yang bener, jangan ngglonoh!”
Tapi nyatanya tak saya dapati tulisan seperti itu..
“hiks..ustadz,,,kenapa nilai saya tetap bagus,,,? Harusnya kan salah besar jawaban saya untuk nomer 4.. :’( ”
Hmmm…kalau teman-teman mah bilangnya “ya udah. Kalo gak mau tukeran aja nilainya. Gak bersyukur, dikasih bagus juga”.
bukannya nggak bersyukur…tapi saya sedih…kenapa aku jawabnya “ngglonoh” banget…habis itu e..malah dapat nilai juga… nyesel banget dech… :’(
Jumat, 27 Desember 2013
Hasad, Pengikis Cinta kepada Teman Sejawat
Hasad, Pengikis Cinta
kepada Teman Sejawat
Sahabat,,ke manakah anda akan memuaskan diri anda tatkala
ada setitik rasa hasad kepada teman anda sendiri…? Ke manakah jiwa anda akan
anda bawa pergi dari perasaan ini..? Ke manakah anda akan menghibur diri dari
rasa bersalah tatkala menyadari penyakit ini..? Perasaan hasad kepada teman
kita sendiri, bahkan teman sejawat yang sudah kita anggap sebagai sahabat…
Sebuah perasaan yang dengannya terkikis rasa cinta kita kepada teman kita
sendiri…
Semoga ringkasan ini bisa membuat kita sadar dan mendeteksi lebih awal agar rasa hasad ini cepat kita kenali sehingga kita bersegera untuk membuang rasa tersebut jauh-jauh..
Semoga ringkasan ini bisa membuat kita sadar dan mendeteksi lebih awal agar rasa hasad ini cepat kita kenali sehingga kita bersegera untuk membuang rasa tersebut jauh-jauh..
Adalah penyakit yang sangat mengakar pada tholibil ilmu.
Contohnya dulu kita seorang diri di desa itu. Menjadi orang yang paling alim di
desa itu. Semua orang akan bertanya kepada kita. Tapi ketika ada adik kelas
kita yang datang atau orang alim lainnya yang datang. Maka terpecahlah
perhatian masyarakat, tidak hanya kepada kita tapi juga kepada yang lainnya.
Sehingga munculah rasa hasad, rasa jengkel dan kemudian membuat persatuan yang
ada menjadi terpecah2.
Penyakit ini akan semakin menambah keras hati dan menambah
jauhnya seorang hamba dari sebuah kebenaran. Seandainya kita membuka pintu
saling menasehati, niscaya kita akan dicukupkan dari penyakit ini.
Karena penyakit ini jugalah kenapa abu Jahal tidak mau masuk
Islam. Karena dia hasad, kenapa keutamaan tidak diberikan kepada kaumnya al
makhzumiy, kenapa harus diberikan kepada rosululloh yang berasal dari al
hasyimiy. Jadi jelaslah bahaya perasaan hasad ini.
Kalo kita melihat kekurangan seseorang, lalu dia cepet2
mendoakan kebaikannya dan tidak terima temennya digunjing niscaya akan baik
urusan nya.
Seandainya orang yang hasad mau berpikir sedikit saja, dia
itu menolak qodo’ Alloh ta’ala. Kenapa kok Alloh memberikan nikmat kepada
fulan???!!
Kenali ciri rasa hasad…Vonislah bahwa diri anda telah terjangkiti penyakit hasad tatkala anda menemui tanda-tanda di bawah ini:
1.
Merasa senang dengan
kesalahan yang diperbuat oleh temannya.
Dia akan merasa bahwa kesalahan teman
sejawatnya ini lebih besar dari pada kesalahan teman yang lainnya. Karena
temannya tersebut adalah saingannya dan dia ingin menjadi yang terdepan dari
pada temannya itu. Ini adalah perkara bathin, dan tidak ada tholibil ilmi yang
selamat darinya kecuali sedikit saja. Kalau anda mendapatinya, segeralah
menolak dan buang jauh-jauh rasa ini dan segera bertaubat kepada Alloh.
2.
Merasa senang dengan
ketidakhadiran temannya.
Contohnya adalah tatkala teman kita gak
hadir di kelas karena sakit. Maka kita gembira dengan ketidakhadirannya ini
karena dengan begitu kita akan mendapat jatah lebih dalam menjawab pertanyaan
ustadz, dan ustadz akan memuji kita karena kita selalu hadir di majelisnya,
sebaliknya citra temannya akan berkurang karena tidak masuk.
3.
Merasa senang apabila
temannya itu disindir atau dihinakan.
Dia tidak akan berusaha mencegah apabila
ada seseorang yang mengghibah temannya. Dan ini haram. Dia saja akan merasa tak
senang apabila orang awam dighibah, apalagi apabila temannya yang seorang
tholibil ilmi yang jelas bisa diambil manfaat ilmunya, maka seharusnya dia
lebih mencegah agar orang lain tak mengghibah temannya tersebut.
4.
Menyindir temannya atau berbicara
dengan maksud mengurangi keutamaan temannya apabila ada yang bertanya tentang
temannya tersebut.
Contohnya adalah tatkala ada yang bertanya
kepada anda tentang hal yang berkaitan dengan teman anda “ustadz, bagaimana ya
jika seandainya saya belajar privat dengan fulan?”, maka anda akan menyebut
kelemahan orang yang ditanyakan tersebut atau menyindirnya dengan maksud
mengurangi keutamaan dan citra teman anda itu.
5.
Merasa sempit dan tidak
suka apabila soal yang ditanyakan kepada temannya sedangkan dia juga hadir di
situ.
Contohnya adalah saat anda sedang berkumpul
dengan teman-teman anda sesame ustadz, kemudian ada seseorang yang bertanya
kepada salah satu teman anda, maka anda merasa tak enak dengan hal itu, dan
anda bertanya dalam hati: ”kenapa sich kok gak Tanya kea q aja? Pinteran aq
kelesss”.
6.
Meremehkan manfaat atau
ilmu yang ada pada temannya.
Contohnya, apabila ada suatu permasalahan
yang sulit. Kemudian anda membuka kitab-kitab, majalah dan jilid2, tapi Alloh
tidak membuatmu menemukan permasalahan itu. Dan ternyata teman anda
menemukannya. Maka anda merasa sempit dengan hal itu dan menyembunyikan
kekagumannya. Tapi apabila orang lain yang menemukannya, anda tidak akan merasa
sesempit itu. Bahkan anda akan memuji orang lain itu dan tak henti-hentinya
menyebut kehebatan orang lain tersebut.
7.
Berusaha untuk mencari
kesalahan pada kalam temannya atau mengkritik apa saja apabila temannya ini
menjawab.
Dia akan memperhatikan apa yang disampaikan
oleh temannya untuk mencari kesalahan-kesalahan yang ada. Kalaupun tidak
menemukan kesalahan pada kalamnya, maka dia akan berusaha memalingkannya ke
pada makna yang lain atau mentakwilkannya kepada hal yang salah.
8.
Tidak menyandarkan
keutamaan atau kemanfaatan kepada temannya apabila dia mengambil manfaat atau
keutamaan dari temannya ini.
Contohnya adalah tatkala anda membahas tentang
sebuah masalah, kemudian dia mengambil dari temannya. Namun, dia tidak mau
mengakuinya. Tidak mau menyandarkannya pada temannya dan dia sandarkan langsung
kepada ulama. Dan ini menjadi sebab mahqi barokatil ‘ilmi, dihapusnya barokah
ilmu.
Seorang penyair berkata:
إذا أفادَك َ إنْسَانٌ بِفَائِدَةٍ مِنَ العُلُوْمِ فَأَدْمِنْ شَكْرَه أبَدا
و قُل فلانٌ جَزاهُ اللهُ صَالِحَةً أفَادَنِيْهَا
وَ ألْقِ الكِبْرَ و الحَسَدَا
Apabila ada seseorang yang member manfaat
padamu dari suatu ilmu, maka benar2lah berterimakasih padanya.
Dan hendaknya mengucapkan “jazakallohu sholihah” karena dia telah memberikan faedah padanya dan buanglah rasa sombong dan hasad.
Dan hendaknya mengucapkan “jazakallohu sholihah” karena dia telah memberikan faedah padanya dan buanglah rasa sombong dan hasad.
Ustadzku Abu Umar Farouq Ahmad Sabiq –semoga
Alloh menjaganya- berkata:
“syaithon tatkala masuk ke hati hamba Alloh
dia tahu kepada siapa dan bagaimana dia menggoda. Tatkala dia menemukan seorang
yang awam maka akan digodanya dengan rasa was-was. Dan ketika dia menemukan
seorang tholibil ilmi, maka dia akan menggodanya dengan bid’ah. Dan ketika dia
menemukan seorang tholibil ilmi, da’i, ulama maka dia akan menggodanya dengan
syahwat, dan ini sedikit sekali. Yang paling banyak adalah digoda dengan rasa
hasad dan perpecahan. Ingin menjadi yang terdepan adalah penyakit yang
diberikan kepada orang-orang yang diberi keutamaan. Entah keutamaan berupa
harta, wajah ataupun ilmu”
Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala yang menguasai hati kita, menjaga dan menegur sesegera mungkin apabila penyakit ini menghinggapi hati kita… Hanya kepada Alloh-lah kita berlindung dari godaan Syaithon yang selalu membisikkan rasa ini ke dalam dada kita…
Maroji’: kitab ma’alim fi thoriqi tholibil ‘ilmi halaman: 87-92 bifadhilatis syaikh: ‘Abdul Aziz ibn Muhammad ibn ‘abdulloh as Sarhaan.
Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala yang menguasai hati kita, menjaga dan menegur sesegera mungkin apabila penyakit ini menghinggapi hati kita… Hanya kepada Alloh-lah kita berlindung dari godaan Syaithon yang selalu membisikkan rasa ini ke dalam dada kita…
Maroji’: kitab ma’alim fi thoriqi tholibil ‘ilmi halaman: 87-92 bifadhilatis syaikh: ‘Abdul Aziz ibn Muhammad ibn ‘abdulloh as Sarhaan.
Rabu, 25 Desember 2013
Hukum Mengucapkan "Selamat Natal"
Hukum Mengucapkan “ Selamat Natal ”
Ini tulisan setahun yang lalu..ane update dan ana revisi lagi,,semoga bermanfaat…
Dan mungkin,,,tulisan ini akan menimbulkan pro dan kontra di antara kita. Dan saya menulis ini hanya sebagai secuil nasehat bagi kita semua. Bukan karena kesombongan…. Tentu Anda semua mengetahuinya, bahwa,,, kita ummat Islam harus saling nasehat menasehati. Karena Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda :
(( الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ))
Yang kemudian para sahabat bertanya : “kepada siapa wahai Rosululloh?”
Dan Beliau menjawab : “ kepada Alloh, kepada kitab2Nya, Rosul2Nya dan kepada ummat Islam”.
Itulah wahai sahabatku..jadi janganlah anda bersuuzhon jika ada orang yang menasehati kalian atau yang mengingatkan kalian. Kita harus belajar berlapang dada dalam masalah ini. Semoga Alloh menjadikan kita termasuk orang2 yang sabar dalam menyikapi masalah…Aamien…
“Natalan adalah ujian bagi aqidah kita”
Sahabatku..masalah tentang mengucapkan selamat natal kepada teman2 kita yang nasrani adalah masalah yang diperselisihkan ulama. Ulama2 seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Nashiruddin al Albaniy, Syaikh Muhammad ibn Sholih al Utsaimin dan ulama2 seperti mereka mengharmkan mengucapkan selamat natal. Dan adapun Syaikh2 seperti Al Qhordowi membolehkannya dengan alasan sudah adanya perubahan global…
Nah,, manakah yang harus kita ambil dan jadikan pegangan..?
Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada kita untuk kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah tatkala terjadi perselisihan para ulama.
Kalo begitu…bukalah Al Qur’an anda…
ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم
“ Dan orang2 Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepadamu kecuali jika kamu mengikuti agama mereka”
Dan mengucapkan selamat natal adalah termasuk mengikuti agama mereka dan bahkan bisa menguatkan agama mereka.
Dan sabda Rosululloh sallallohu ‘alahi wa sallam:
(( مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ))
“ Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka”
Fatwa Lajnah Daimah (Komisi Fatwa Arab Saudi) pun telah melarang memberikan ucapan selamat natal kepada kaum nasrani. (Fatawa al lajnah ad da’imah :3/313)
MUI pun di dalam fatwanya yang ditetapkan di Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H atau 7 Maret 1981 M memutuskan bahwa:
1. Perayaan natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa ‘alaihis salam, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas (baca sendiri fatwa MUI)
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram.
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Alloh subhanahu wa ta’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan natal.
Dan termasuk kegiatan natal adalah memberikan ucapan selamat natal..
Jika pembahasan ini terlalu sulit bagi Anda…cobalah Anda merenung sejanak…dan berpikirlah…
Cobalah baca sebentar tentang sejarah Rosululloh shallallohu ‘alahi wa sallam. Kita tahu, bahwa di zaman beliau juga saat itu sudah ada umat nasrani dan Yahudi. Dan tentu saja peristiwa “natalan” sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Tapi..yang menjadi pertanyaan… apakah Rosululloh mengucapkan “selamat natal” kepada mereka? Dan saya belum pernah membaca sebuah hadits yang memberitahukan kepada kita bahwa beliau mengucapkan “ selamat natal” atau sejenisnya kepada orang2 nasrani. Kalaupun beliau mengucapkan dan melakukan hal itu, tentu sudah dicatat oleh para sahabat yang mulia.
Yang kedua….kita lihat dalam kehidupan para sahabat, dan ternyata merekapun tidak pernah mengucapkan “ selamat natal” kepada orang2 nasrani.
Para Ulama Salafus Sholihpun tidak ada yang melakukannya…
Nah…kalo kita melakukannya…apakah kita merasa lebih baik dari mereka semuanya? Atau merasa lebih baik dari pada Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam..? Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik2 manusia..paling dermawannya manusia, paling toleransinya manusia. Jika beliau tidak mengucapkan selamat natal, lantas pantaskah kita menuduh beliau sebagai orang yang tidak mau toleransi..?
Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam melakukan mu’amalah juga dengan mereka sebagaimana kita melakukan mu’amalah dengan mereka pula. Tapi hendaknya hanya muamalah dunia saja. Sedangkan mengucapkan selamat natal termasuk masalah keyakinan, iqtiqodiyah. Kalo kita mengucapkan selamat natal, berarti kita juga meyakini apa yang mereka yakini.
Anda pasti berpikir, Bagaimana kita bisa seperti itu..? Sedangkan tatkala kita lebaran, mereka ikut merayakannya bersama kita, mengucapkan lebaran bersama kita..? Mereka baik kepada kita, mereka temen kita, sahabat kita…atau bahkan orang yang special buat kita..?
Tidak hanya Anda. Sayapun punya teman2 nasrani, sahabat nasrani, tetangga nasrani,,dan bahkan paman2 saya dari pihak ayah ada yang nasrani sampai sekarang.
Sahabatku…mereka memang boleh mengucapkan “ selamat lebaran” kepada kita. Dan jika mereka mengucapkannya, maka kita boleh menerima ucapan itu. Tapi…kita harus tetap menunjukkan izzah islam kita. Islam itu agama yang haq, agama yang tinggi…itulah yang harus kita ingat. Dan ini bukan kesombongan. Karena Alloh dan RosulNya lah yang mengatakan demikian. Bahwa agama kita ini agama yang tinggi dan diridhoi olehNya.
Dan sebenarnya, walaupun kita tidak memberi ucapan “selamat natal ” kepada mereka, mereka sudah mengetahui bahwa kita dilarang untuk itu.
Yaaa…kita berbicara baik-baiklah kepada teman kita yang nasrani, tanpa harus menyinggung perasaan mereka secara pribadi. Dan jika secara zhohir dia tidak tersinggung, itu sudah cukup bagi kita.
Saudara2 saya juga seperti itu…mereka sudah tahu sikap saya dan keluarga saya sebagai seorang muslim…dan Andapun harus mencobanya untuk membiasakan mereka untuk tidak menunggu2 kita untuk mengucapkan selamat natal kepada mereka…
Atau…bagi Anda yang membolehkannya…mungkin berdalil dengan :
Firman Allah swt :Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah:
Dan juga :
Firman Allah swt yang Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)
Tapi..benarkah seperti itu pengamalan ayat di atas..? dengan mengucapkan selamat natal juga bagi mereka..? Kalo benar seperti itu pengamalannya, tentu Rosul dan para Sahabat dan para tabi’in sudah mengamalkannya pula. Atau Anda menuduh mereka tidak mengetahui maksud ayat di atas..?
Dan memang benar, fatwa ulama bagian riset eropa membolehkan mengucapkan selamat natal..tapi…manakah yang Anda pilih..? perkataan ulama bagian riset eropa atau perkataan dan perilaku Rosul..?
Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu pernah berkata :
“ Sungguh kalian ini akan ditimpa batu dari langit, saya mengatakan ‘ Rosululloh telah berkata’ tapi kalian malah berkata ‘ Umar dan Abu Bakar telah berkata’”.
Kecuali,,,jika ummat muslim yang berada di eropa memang diharuskan untuk mengucapkannya dan mereka memang tak bisa hijroh dari negri itu..ya kher, lebih baik mengucapkannya, dari pada mendapat hal yang lebih buruk dari itu yaitu dilarangnya agama Islam di sana..
Allohumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an…
*Kita boleh bersama dengan mereka dalam hal mu’amalah, tapi jangan ikut2an dalam hal aqidah*
Wallohu ta'ala a'lam..
Sabtu, 16 Maret 2013
Jika Futur Datang...
Kita sebagai manusia, pasti semuanya
pernah merasakan futur (baca: hilang semangat dan malas untuk beribadah). Siapa
sich manusia yang tidak pernah futur? Jangankan kita…para sahabat yang
merupakan generasi terbaik ummat Muhammad r
saja pernah futur.
Jika kita pernah futur, itu adalah
hal yang biasa dan bukan hal yang tercela. Tapi, hamba yang baik adalah dia
yang segera bangkit dari kefuturannya. Jika dia tidak bisa cari solusi untuk
segera bangkit dan memperbarui semangatnya, barulah dia dikatakan sebagai hamba
yang lalai dan dia menzholimi dirinya sendiri.
Biasanya, seorang wanita, tatkala
dia datang bulan, dia lebih mudah jatuh ke dalam kefuturan. Mungkin dengan
seribu alas an seperti : lemas, terlalu banyak cairan yang keluar. Atau dengan alasan,
diarangnya wanita haed menyentuh Al Qur’an, jadinya malas ngaji. Apalagi dengan
tidak adanya kewajiban sholat, wanita haed lebih suka mengulur-ulur waktu
bangun pagi. Yang biasanya bangun jam 04.00 molor sampe jam 06.00. Atau mungkin
kalo tidak sekolah atau tidak kerja bisa molor bangun sampai jam 09.00 atau
10.00. Atau malah tidur siangnya molor sampai jam 16.00 . Dengan dalil simple :
kana q sedang gak sholat.
Atau yang biasanya hidup di pondok
pesantren. Yang biasanya disiplin bangun, disiplin ngaji, dan disiplin dalam
semua hal… Ketika liburan, pulang ke rumah langsung berubah 180 derajat. Yang
biasanya nyuci baju sendiri, di rumah alasannya untuk libur, ibunya yang
disuruh nyuciin bajunya. Alih-alih bantu ibunya memasak dan membersihkan rumah,
malah molor terus seharian. Sampai-sampai ngajipun ikut libur. Kalau ditanya
jawabannya pasti simple : kan di pondok sudah ini dan itu, masak di rumah mau
liburan sebentar saja tetap di suruh ini dan itu? Kapan istirahatnya??
Atau…yang dulu ketika aktif ngaji
pakaiannya sesuai syariat, pakai hijab, pake jilbab, dan yang laki-laki
celananya gantung. Begitu masuk universitas, temen-temen yang lebih gaul,
keadaan lingkungan yang tidak mendukung…mulailah futur datang… celana mulai menutupi mata kaki, jilbabnya
yang dulu gedhe jadi jilbab angin, atau bahkan sama sekali gak berjilbab, malah
memakai celana yang menyerupai laki-laki.
·
Sebab-sebab futur :
Mungkin kebanyakan futur yang menimpa kita disebabkan oleh:
1.
Lingkungan yang tidak
mendukung;
2.
Keluarga dan teman-teman
yang tidak mengajak kepada kebaikan;
3.
Terpesona dengan keindahan
dunia dan tipuannya;
4.
Larut dalam kesenangan yang
berlebihan dengan keluarga tercinta;
5.
Melakukan ibadah secara jarang
namun memberatkan;
6.
Merasa kurang puas menjadi
seorang muslim dan lebih takjub kepada orang-orang non muslim yang lebih menang
dalam hal dunia.
7.
Kecapaian;
8.
Kurang pandai mengatur waktu;
9.
Daya tahan tubuh yang
melemah;
10.
Memikirkan sesuatu yang
membuatnya lalai;
11.
Dll.
·
Solusinya
Nah bagaimana solusi untuk menghilangkan
kefuturan kita? Yang pasti kenali dulu penyebabnya, karena dengan mengetahui
sebab utamanya maka kita bisa mencari solusinya.
Contohnya:
-
Jika kita future dalam
mengerjakan qiyamul lail. Mungkin karena kecapaian, malam-malam harus bangun,
sholat sebanyak sebelas rokaat, baca suratnya panjang-panjang, belum lagi tadi
jam 10 malam baru berangkat tidur. Maka kita hilangkan satu persatu. Jika
kecapaian dan masih mengantuk bangun disertiga malam, nah..kan ada solusi
lainnya yaitu sholat tahajud sebelum tidur. Jangan terlalu memberatkan, karena
itu bisa membuat kita bosan. Untuk awalan dan latihan, jangan langsung sebelas
rokaat. Tapi ambilah yang paling sedikit dan yang mudah. Mungkin sholat tiga
rokaat. Dua sholat tahajud dan satu rokaat sholat witir. Bacaan suratnya juga
jangan yang panjang-panjang, misalkan bacalah di setiap rokaat setengah halaman
saja. Ibadah yang sedikit tapi continue, itu lebih baik dari pada sekali ibadah
langsung banyak, tapi setelah itu futur… Dan jangan lupa biasakan tidur siang
walau hanya sebentar karena itu sangat bermanfaat ketika kita bangun untuk
qiyamul lain J.
-
Jika kita future untuk
melakukan kegiatan lainnya misalnya. Karena kecapaian, pusing banyak pikiran. Mungkin secangkir the hangat bisa menormalisir
pikiran. Atau bisa juga mandi dengan air hangat. Mandinya jangan mandi bebek
yang asal basah saja. Tapi mandilah dengan perlahan dan dengan perasaan
(lho???). Pake sabun yang ada bau terapinya, atau yang wangilah agar pikiran
yang kusut terurai kembali. Misalkan saja pake sabun LUX Velvet (gak usah
disebut merknya J)
yang wanginya banyak disukai kaum hawa. Pokoknya dinikmatin saja mandinya
sehingga badan terasa enak, pikiran segar, dan otot2 yang keras menjadi kendur
kembali. Biasanya setelah ini, semangat kita kembali baru ^^.
-
Jika kita futurnya
gara-gara diomongin sama orang yang non Islam begini dan begitu. Atau dikatakan
yang intinya orang Islam itu percuma sholat dan macem-macemnya, toh tetap
miskin juga. Maka tanamkan pada hati anda keyakinan. Bahwa kita itu beribadah
kepada Alloh bukan untuk menjadi kaya di dunia, kita memang dijanjikan oleh
Alloh kesenangan di akherat. Ya oleh karena itu memang kita belum saatnya
mendapatkan semua itu karena memang kesenangan kita tempatnya di akherat.
Sedangkan mereka justru yang kasihan, karena besok di akherat tidak mendapat
apa-apa.
-
Jika anda futur untuk
melakukan ibadah yang lainnya, maka berpikirlah sejenak… Siapakah yang telah
menciptakan anda? Dialah Alloh azza wa jalla. Apa kewajiban kita terhadap
pencipta kita? Tentu saja beribadah kepadaNya. Jika kita saja dengan presiden
misalnya. Hmmm..tidak usah jauh-jauh, dengan pemimpin mudir pondok kita
misalnya atau dari kepala sekolah kita, yang member tugas kepada kita untuk
melakukan ini dan itu. Pasti kita akan melakukan tugas itu dengan sebaik
mungkin. Akan berhati-hati dan secermat mungkin
mengerjakannya. Padahal…apakah dia yang telah menciptakan kita? Tentu saja
tidak. Apakah dia bisa member kita rizqi jika Alloh berkehendak menahannya? Tentu
saja tidak. Mereka hanyalah manusia seperti kita. Lantas kenapa hanya dengan mereka
saja kita bisa sepatuh itu, sedangkan dengan Alloh azza wa jalla pencipta
langit dan seiisinya kita berlalai-lalai dalam mengerjakan perintahnya?? Jika
anda mengulur-ulur waktu sholat, maka berpikirlah, bagaimana jadinya jika Alloh
mencabut nyawa ini dalam keadaan lalai seperti ini? Bagaiman jika Alloh
menjadikan anggota tubuhku cidera sehingga aku tidak sempat berbuat ini da
itu?? Maka jika anda sudah berpikir yang seperti itu, segeralah bangkit dari
kefuturan itu.
-
Carilah teman-teman yang
sholih yang bisa menyemangati satu dengan lainnya untuk berbuat kebaikan.
-
Banyaklah berdoa agar
dijauhkan dari kefuturan dan kemalasan juga kelalaian.
-
Harus ada tekad kuat untuk
bangkit kembali.
-
Refreshing. Seperti
namanya, maka kita harus yakin jika kita bila melakukannya, 80% pasti akan
berhasil merefresh semangat kita. Jika tidak yakin, untuk apa dilakukan?
Mungkin seperti rekreasi, boleh-boleh saja kita rekreasi, asalkan bukan ke
tempat-tempat yang mengumbar aurat dan membuat lalai kita.
-
Membaca buku kisah-kisah teladan
para sahabat/ shohabiyah atau dari orang-orang sholih.
-
Berdzikir dan mengingat
Alloh.
-
Hal lain-lain yang
dibolehkan oleh syariat dan yang menunjang…
Semoga bermanfaat ^^
Minggu, 02 Desember 2012
Tanda-tanda Besar Kiamat Kubro
Tanda-tanda
kiamat kubro / besar :
1. Dajjal
Disebut juga al masih ad Dajjal yang artinya buta
sebelah matanya dan sebagai manipulator dan pembohong besar. Banyak orang yang
mendefinisikan dia hanya sebagai symbol kerusakan dan kejahatan. Atau menggabarkannya
sebagai sosok laki-laki raksasa yang memiliki tanduk di atas kepalanya dengan
wajahnya yang menyeramkan. Semua ini tidaklah benar. Karena menurut
hadits-hadits Rosululloh r dia adalah seorang laki-laki muda
berkulit merah, pendek, pundaknya bidang. Matanya yang kanan buta, tidak
menonjol ke luar maupun menjorok ke dalam, seolah-olah buah anggur yang masak,
kusam tanpa cahaya. Sedangkan matanya yang kiri ditumbuhi daging tebal di
sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan kaf, fa’ ro atau tulisan
kafir yang dapat dibaca semua orang mukmin walaupun dia tidak bisa baca tulis.
Dan dia seorang yang mandul dan tidak memiliki keturunan.
2. Turunnya Nabi
Isa u.
Para ulama telah bersepakat akan turunnya Nabi Isa u. Beliau akan turun di Menara Putih
sebelah timur Damaskus dengan berpegangan sayap dua Malaikat. Tidak ada seorang
kafirpun yang mencium baunya kecuali dia akan mati, sedangkan baunya bisa
tercium sejauh pandanan mata. Beliau akan mencari Dajjal dan menemuinya di
pintu Lud, lalu membunuhnya. Beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi,
membebaskan jizyah (pajah/ upeti) dan pada saat itu manusia hanya menyembah
Alloh saja. Beliau akan menunaikan haji dan umroh dan akan hidup selama 40
tahun setelah kematian Dajjal. Kemudian beliau akan wafat dan disholati oleh
ummat Islam dan akan dikuburkan bersama Rosululloh r. Wallohu ta’ala a’lam.
3. Ya’juj dan
Ma’juj
Keduanya adalah nama a’jam (non arab
) yan mungkin berasal dari bahasa arab dari kata al ma’ju yang berarti
goncangan atau mungkin dari kata ajijin naar yaitu kobaran api. Keduanya adalah
bangsa dari keturunan Nabi Adam u. Dan ada di dalam nash Al Qur’an dan
Hadits.
Keduanya merupakan tanda-tanda hari kiamat yang sampai
sekarang belum terjadi, namun tanda-tanda keluarnya sudah ada sejak zaman Nabi r.
4. Gempa Bumi
Salah satu tanda kiamat adalah
terjadinya tiga gempa bumi di jazirah arab, bagian bumi sebelah timur dan
bagian bumi sebelah barat.
Dan telah terjadi banyak gempa bumi di berbagai
tempat, tapi yang dimaksud di sini tiga gempa bumi besar belumlah terjadi.
5. Dukhon (asap ).
Yaitu asap atau kabut nyata yang dibawa oleh langit
sehingga meliputi seluruh manusia.
6. Terbitnya
matahari dari Barat.
Hal ini berdasarkan al Qur’an dan Sunnah. Tidak akan
tegak hari kiamat sebelum matahari terbit dari Barat. Dan pada saat itulah
semua orang akan beriman dengan hari kiamat, tetapi saat itu tidak akan
diterima taubat, tidak pula islam dan iman..
7. Binatang melata/
Dabbah.
Ialah binatang yang dikeluarkan oleh Alloh saat
mendekati hari kiamat. Tidak ada di dalam hadits shohih yang menjelaskan tempat
keluarnya binatang ini. Juga tidak pula dijelaskan sifatnya. Zhohir al Qur’an
menyatakan bahwa binatang ini akan mengingatkan manusia akan dekatnya azab dan
bencana. Wallohu ta’ala a’lam.
8. Api
Api ini keluar untuk menggiring
manusia ke mahsyarnya yaitu ke negeri Syam. Api ini akan mengggiring manusia
seluruhnya. Ada yang mereka santai sambil makan dan minum, berpakaian dan
berkendaraan, ada juga yang berjalan kaki atau naik onta berboncengan. Ada juga
yang mereka digiring dengan diliputi api sehingga siapa yang tidak bersegera
akan terlahab oleh api ini.
Dan apabila telah berakhir peristiwa api ini, maka
akan ditiup Shur/ sangkakala sehingga tegaklah kiamat kubro. Kiamat yang
sesungguhnya.
Adapun
perincian masing-masing di atas…insya Alloh pada pembahasan dan kesempatan yang
lain…biidznillah.. ^^
Tanda-tanda Kecil Dekatnya Kiamat
Beberapa waktu lalu banyak
media massa yang membicarakan tentang datangnya kiamat pada 12/12/2012. Tentu
saja ini hal yang amat berani sekali. Bagaimana tidak? Perkara yang Nabi dan
Malaikat Jibril tidak mengetahuinya bisa diketahui oleh mereka? Di dalam hadits
yang panjang dialog antara Nabi Muhammad dan Jibril tentan islam, iman dan
ihsan : “ Wahai Muhammad, kapan terjadinya qiamat?”. Nabi Muhammad menjawab: “
Yang ditanya tidaklah lebih tahu dari pada yang bertanya”. ( HR. Bukhori dan
Muslim).
Terus…siapa yang mengetahuinya? Dialah Alloh Yang Mengetahui
Perkara Ghoib. Hanya Alloh saja yang mengetahui kapan terjadinya kiamat. Dan
Alloh hanya mengkhabarkan tanda2nya saja dan mengkhabarkan tentang dekatnya
kiamat. Dan dekat di sini kita tak tahu lama/ cepatnya…
Dan tanda-tanda hari kiamat di bagi menjadi dua yaitu
tanda-tanda yang kecil dan tanda-tanda yang besar. Adapun jika dilihat sudah
dan belum terjadinya, maka tanda-tanda kiamat dibagi menjadi 3, yaitu sudah
terjadi dan tidak akan terulang lagi, sedang berlangsung sampai sekarang dan
yang belum terjadi.
Dan banyak orang yang bilang bahwa tanda-tanda kiamat adalah
kejelekan. Padahal tidak semua tanda kiamat itu berupa kejelekan. Tapi, memang
kebanyakan berupa kejelekan. Contoh tanda kiamat yang bukan termasuk kejelekan
adalah kembali hijaunya negri Arab dengan sungai mengalir beserta isinya.
Apa saja
tanda-tanda kiamat?
TANDA-TANDA
KECIL KIAMAT
Yang
termasuk di sini sangat banyak sekali, misalnya:
1. Diutus dan
wafatnya Nabi Muhammad r .
Dari Sahl ibn Sa’ad berkata: “
Rosululloh r bersabda: ‘ Saya diutus sedangkan datangnya hari
kiamat itu seperti dua jari ini’, lalu beliau menggandengkan antara jari
telunjuk dan jari tengah”. ( HR. BUkhori dan Muslim).
Rosululloh r adalah Rosul terakhir, tidak ada
lagi Rosul dan Nabi setelah beliau r. Maka diutusnya beliau r dan wafatnya merupakan tanda bahwa
kiamat sudah dekat.
2. Munculnya
berbagai fitnah.
Fitnah di sini maknanya adalah ujian
dan cobaan dengan segala sesuatu yang jelek seperti kekufuran, kesyirikan,
pembunuhan dan kemaksiatan atau yang lainnya. Ini sudah sangat kita rasakan
sekarang. Juga munculnya berbagai kerusakan di muka bumi yang bisa
menghancurkan keimanan dan agama seseorang.
Rosululloh r bersabda : “ Sebelum hari kiamat,
datanglah fitnah seperti malam yang gelap pekat. Pada pagi hari seseorang masih
beriman, namun sore harinya sudah kafir. Juga pada sore hari dia masih beriman
dan pagi harinya sudah kafir”. ( Shohih, HR. Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi dan
lainnya).
3. Munculnya para
Nabi palsu.
Di mulai dari datangnya Musailamah al Kadzdzaab dan akan berlanjut sampai munculnya Dajjaal.
Akan selalu ada orang yang mengaku sebagai Nabi, seperti Mirza Gulam Ahmad.
Padahal Nabi r bersabda : “ Tidak akan datang hari kiamat sampai
muncul para pendusta sekitar 30 orang, semuanya mengaku sebagai Nabi”. ( HR.
Bukhori dan Muslim ).
4. Hilangnya
Amanah.
Amanah adalah sesuatu yang agung yang
Rosululloh r menegaskannya bahwa tidak ada agama bagi yang tidak
bisa menjaga amanahnya. Dan di antaranya adalah dengan menyerahkan urusan
kepada yang bukan ahlinya. Rosululloh r bersabda :
“ Apakah amanah disia-siakan, maka tunggulah hari kiamat”. Abu Huroiroh
bertanya: “ Bagaimana menyia-niyakan amanah
itu wahai Rosululloh ?”. Beliau r menjawab : “ Apabila sebuah urusan
diserahkan pada yang bukan ahlinya maka tunggulah kiamat”. ( HR. Bukhori ).
5. Hilangnya ilmu
agama dan nampaknya kebodohan dalam agama.
Akan muncul orang-orang yang pandai
dalam ilmu dunia, tetapi bodoh dalam ilmu agama, sehingga tatkala orang-orang
yang berilmu sudah tidak ada maka orang-orang yang bodohpun akan diangkat
menjadi pemimpin. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.
Rosululloh r bersabda : “ Di antara tanda kiamat
adalah ilmu akan dicabut dan kebodohan akan merajalela”. ( HR. Bukhori dan
Muslim ).
Dan dicabutnya ilmu adalah dengan
wafatnya para ulama. Rosululloh r bersabda :
“ Sesungguhnya Alloh tidak akan mencabut ilmu langsung dari hati manusia,
namun Alloh akan mencabut ilmu dengan
wafatnya para ulama. Sehingga saat sudah tidak ada lagi para ulama, manusia
akan mengangkat pemimpin yang bodoh, mereka ditanya lalu mereka berfatwa tanpa
ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan”. ( HR. Bukhori dan Muslim ).
6. Merebaknya
kemaksiatan.
Seperti zina, music, miras dan
berbagai ragam kemaksiatan lainnya. Rosululloh r bersabda :
“ Sungguh akan ada dari ummatku yangg akan menganggap halal zina, sutra,
khomer dan musik”. ( HR. Bukhori ).
7. Munculnya wanita
berpakaian tapi telanjang.
Jika seseorang memakai pakaian yang
tidak bisa menutupi aurot, maka hakikatnya dia masih telanjang. Karena fungsi
dari berpakaian adalah untuk menutup aurot. Rosululloh r bersabda :
“ Ada dua penduduk neraka yang belum pernah kulihat. Pertama: sebuah kaum
yang mempunyai cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia. Kedua: para
wanita tetapi telanjang, berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk onta.
Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya
bisa tercium dari jarak jauh”. ( HR. Muslim ).
8. Banyaknya
tulisan.
Dahulu pada zaman Nabi r kebanyakan adalah ummi, tidak bisa
baca tulis. Tapi di akhir zaman, rata-rata semua manusia bisa baca tulis.
Rosululloh r bersabda : “ Sebelum datangnya hari
kiamat akan Nampak pena”. ( Shohih, HR. Ahmad ).
9. Membesarnya
Hilal ( Bulan sabit ).
Rosululloh r bersabda : “ Tanda dekatnya hari
kiamat adalah membesarnya hilal. Di mana orang melihat hilal malam pertamanya
itu disangka hilal untuk malam kedua”. ( HR. at Thobroniy dalam as shoghir:
1130, as Shohihah: 2292).
Ini sekaligus sebagai patokan, dalam penentuan awal Romadhon,
Syawal dan Dzulhijjah. Adapun besar kecilnya, tinggi rendahnya maka itu bukan
sebuah patokan.
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz berkata : “ Adapun besar kecilnya, serta
tinggi rendahnya hilal maka tidak berpengaruh pada hukum, karena syariat Islam
tidak menganggap itu semua sepanjang pengetahuan kami”. ( Majmu’ Fatawa Ibnu
Baaz 15/80, 146-151).
10. Jazirah Arab
kembali hijau dan banyak sungai mengalir.
Rosululloh r bersabda : “ Tidak akan bangkit hari
kiamat sehingga tanah Arab akan kembali menghijau dan banyak sungainya”. ( HR.
Muslim, Ahmad dan lainnya ).
11. Memerangi
orang-orang Yahudi.
Rosululloh r bersabda :
“ Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kaum muslimin
memerangi orang-orang Yahudi dan kaum muslimin membunuh mereka, sehingga orang
Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batau atau pohon itu berkata :
‘ wahai muslim, wahai hamba Alloh, ini di belakangku ada seorang Yahudi! Kemarilah
dan bunuhlah dia! Kecuali pohon Ghorqod karena dia adalah di anatara pohon
Yahudi’”. ( HR. Muslim ).
Dan anehnya, walaupun Yahudi memusuhi Islam, mereka yakin dengan hadits
ini sehingga mereka banyak menanam pohon Ghorqod di Negara mereka.
Itulah tanda-tanda kecil tentang dekatnya hari kiamat, adapun
tanda-tanda besarnya, akan kita bahas insya Alloh secara tersendiri.
Kamis, 29 November 2012
Plus Minus MSG
Hi
sisters,, ^^
Kemarin-
kemarin aq beli jajanan yang terbuat dari singkong yang dikasih pewarna
makanan. Dan temanq bertanya : “ Kok sukanya beli jajan yang ada pewarnanya”.
“ Loh,
nie kan pake pewarna makanan mbak…yang penting kan nggak ada MSG nya”,jawabku.
“ Justru kalo MSG nggak apa-apa, kan sudah biasa dipake di daerah sini, tapi kalo pewarna kan masih jarang..”ucapnya lagi.
Tentu saja aq terkejut…aq
berpikir, apakah benar lawan bicaraku ini adalah seorang sarjana?
“Mbak,, masak kita menilai buruk dan tidaknya sesuatu hanya dari kebanyakan orang memakainya…ya jelas2 MSG itu berbahaya….”
Dan aq juga jadi teringat,
teman sekelasku pernah oprasi otak dikarenakan dia hoby jajan makanan ringan
yang notabene banyak mengandung MSG-nya.
Oleh karena
itu aq ingin mengulas sedikit tentang plus minus kita memakai MSG ( Mono Sodium
Glutamat ). Masakan tambah nikmat, urih dan sedap rasanya. Oh..itu jelas,
itulah plus-nya kita memakai MSG. Apalagi manfa’atnya? Ato Cuma itu?
Nah, sekarang
kita bicara tentang negatifnya…apa saja?
a. Chinese Restaurant Syndrome
Tahun 1968 dr. Ho Man Kwok menemukan penyakit pada pasiennya yang gejalanya cukup unik. Leher dan dada panas, sesak napas, disertai pusing-pusing. Pasien itu mengalami kondisi ini sehabis menyantap masakan cina di restoran. Masakan cina memang dituding paling banyak menggunakan MSG. Karena itulah gejala serupa yang dialami seseorang sehabis menyantap banyak MSG disebut Chinese Restaurant Syndrome.
Tahun 1968 dr. Ho Man Kwok menemukan penyakit pada pasiennya yang gejalanya cukup unik. Leher dan dada panas, sesak napas, disertai pusing-pusing. Pasien itu mengalami kondisi ini sehabis menyantap masakan cina di restoran. Masakan cina memang dituding paling banyak menggunakan MSG. Karena itulah gejala serupa yang dialami seseorang sehabis menyantap banyak MSG disebut Chinese Restaurant Syndrome.
Bagaimana sampai MSG bisa
menimbulkan gejala di atas, masih dugaan sampai saat ini. Tetapi diperkirakan
penyebabnya adalah terjadinya defisiensi vitamin B6 karena pembentukan alanin
dari glutamat mengalami hambatan ketika diserap. Konon menyantap 2 – 12 gram
MSG sekali makan sudah bisa menimbulkan gejala ini. Akibatnya memang tidak
fatal betul karena dalam 2 jam Cinese Restaurant Syndrome sudah hilang.
b. Kerusakan Sel
Jaringan Otak
Hasil penelitan Olney di St. Louis. Tahun 1969 ia mengadakan penelitian pada tikus putih muda. Tikus-tikus ini diberikan MSG sebanyak 0,5 – 4 mg per gram berat tubuhnya. Hasilnya tikus-tikus malang ini menderita kerusakan jaringan otak. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan pemberian MSG yang dicampur dalam makanan tidak menunjukkan gejala kerusakan otak.
Hasil penelitan Olney di St. Louis. Tahun 1969 ia mengadakan penelitian pada tikus putih muda. Tikus-tikus ini diberikan MSG sebanyak 0,5 – 4 mg per gram berat tubuhnya. Hasilnya tikus-tikus malang ini menderita kerusakan jaringan otak. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan pemberian MSG yang dicampur dalam makanan tidak menunjukkan gejala kerusakan otak.
Asam
glutamat meningkatkan transmisi signal dalam otak, gamma-asam aminobutrat
menurunkannya. Oleh karenanya, mengkonsumsi MSG berlebihan pada beberapa
individu dapat merusak kesetimbangan antara peningkatan dan penurunan transmisi
signal dalam otak (Anonimous 2006).
c. Kanker
MSG menimbulkan kanker betul adanya kalau kita melihatnya dari sudut pandang berikut. Glutamat dapat membentuk pirolisis akibat pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu lama. pirolisis ini sangat karsinogenik. Padahal masakan protein lain yang tidak ditambah MSG pun, bisa juga membentuk senyawa karsinogenik bila dipanaskan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang lama. Karena asam amino penyusun protein, seperti triptopan, penilalanin, lisin, dan metionin juga dapat mengalami pirolisis dari penelitian tadi jelas cara memasak amat berpengaruh.
c. Kanker
MSG menimbulkan kanker betul adanya kalau kita melihatnya dari sudut pandang berikut. Glutamat dapat membentuk pirolisis akibat pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu lama. pirolisis ini sangat karsinogenik. Padahal masakan protein lain yang tidak ditambah MSG pun, bisa juga membentuk senyawa karsinogenik bila dipanaskan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang lama. Karena asam amino penyusun protein, seperti triptopan, penilalanin, lisin, dan metionin juga dapat mengalami pirolisis dari penelitian tadi jelas cara memasak amat berpengaruh.
d. Alergi
MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum, tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil sekali dari konsumen. Beberapa peneliti bahkan cenderung berpendapat nampaknya glutamat bukan merupakan senyawa penyebab yang efektif, tetapi besar kemungkinannya gejala tersebut ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti misalnya GABA (Gama Amino Butyric Acid), serotinin atau bahkan oleh histamin (Winarno 2004).
MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum, tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil sekali dari konsumen. Beberapa peneliti bahkan cenderung berpendapat nampaknya glutamat bukan merupakan senyawa penyebab yang efektif, tetapi besar kemungkinannya gejala tersebut ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti misalnya GABA (Gama Amino Butyric Acid), serotinin atau bahkan oleh histamin (Winarno 2004).
Setelah
kita lihat-lihat…ternyata banyak manakah antara positif dengan negatifnya?
Tentu saja banyak negatifnya. Oleh karena itulah kita harus belajar meninggalkan
yang namanya MSG. Hal ini berdasarkan kaidah fiqh:
( لَا
ضَرَرَ وَ لَا ضِرَار ) tidak boleh membahayakan diri
sendiri dan orang lain.
Nah
pertanyaannya…bisakah kita meninggalkan kebiasaan dalam menggunakannya? Tentu
saja ini hal yang sangat sulit. Kenapa? Karena mungkin keterbatasan waktu kita
disebabkan pekerjaan atau kegiatan lainnya sehingga kita mencukupkan diri
dengan beli makanan dari restoran atau semisalnya yang notabene memakai MSG.
Atau mungkin itu sudah tradisi turun temurun dari keluarga kita, sehingga lidah
kita tidak akan puas bila tanpa MSG.
Keadaan
tersebut sama seperti seseorang yang sudah kecanduan dengan rokok. Maka dia
akan sulit untuk melepasnya. Terlebih lagi dengan berdalil “nggak apa2” toh
banyak yang memakainya juga.
Maka
sekarang, kita mulai dari diri kita dahulu. Apalagi kita sebagai seorang
perempuan yang nantinya akan memasak buat keluarga kita. Biasakan diri kita
memasak tanpa MSG, biasakan diri kita dengan hal itu walaupun lidah kita tidak
merasa puas dengannya. Kemudian, cari alternative lain agar masakan kita bisa
tetap enak walau tanpa MSG. Bagaimana caranya?
Mungkin
ada berbagai cara untuk mengganti kedudukan MSG ini. Salah satu contohnya yang
sering saya praktekan adalah : memakai perpaduan antara gula dan garam. Jika
komposisi perbandingan antara keduanya pas, maka akan menciptakan cita rasa yang
gak kalah dengan MSG. Dan untuk ini, sering-sering saja mengadakan eksperiment
sendiri ^^. Kalo saya biasanya memakai perbandingan garam : gula = 1 : 3 . Itu
kalo untuk sayur berkuah lo.. Ada juga sebagian orang yang mengakalinya dengan
bawang putih. Tapia aq gak begitu paham caranya dengan bawang putih.
Jikalau
kita terpaksa menggunakannya, maka ada aturannya:
Batasan
aman yang pernah dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health
Organization), asupan MSG per hari sebaiknya sekitar 0-120 mg/kg berat
badan.
Dan hendaknya tidak
diberikan bagi orang yang tengah mengalami cidera otak karena stroke,
terbentur, terluka, atau penyakit syaraf. Konsumsi MSG menyebabkan penumpukan
asam glutamat pada jaringan sel otak yang bisa berakibat kelumpuhan.
Selain
itu juga, kita harus membangun kepercayaan diri bahwa kita bisa melakukannya,
dan bismillah..masakannya pasti enak heheee :D
Mau
mencoba?? Jangan lupa,,, pe-dhe dulu.
Berubah
untuk suatu kebaikan kenapa tidak.. ^^ Qta pasti bisa ^^
wallohu ta'ala a'lam
referensi : media kompas
Langganan:
Postingan (Atom)
