Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Open U'r Eyes Guys :)

Siapa bilang islam adalah agama yang mengekang hak wanita? siapa bilang Islam tidak menghargai wanita? siapa bilang islam menodai hak persamaan antara wanita dan laki-laki??

Open u'r eyes guys,,,
lihatlah...apakah kenyataannya emank seperti itu..?
Wallohi, Islam adalah agama yang menempatkan wanita pada tempatnya yang mulia...silahkan baca link di bawah ini agar qta tahu..agama manakah sebenarnya yang telah menzholimi dan mengekang hak wanita...

Wanita Menurut Bangsa Yunani

Wanita menurut Bangsa Romawi
Wanita Menurut Bangsa Persia
Wanita Menurut Bangsa China
Wanita Menurut Bangsa India
Wanita Menurut Yahudi
Wanita Menurut Nasrani
Wanita Menurut Bangsa Arab di Zaman Jahiliyah

Mereka semuanya sebelum datangnya cahaya Islam berbuat aniaya dan zholim terhadap wanita, dan kemudia Islam, agama yang mulian, telah mengangkat harkat dan martabat wanita, meletakkan wanita pada kedudukannya yang mulia, mewajibakan suami agar berlemah lembut kepada istrinya, memberikan hak waris kepada wanita, memberikan hak kepada wanita untuk memberikan suaranya dan pendapatnya..

Lantas,,,pantaskah bila islam dituduh sebagai agama yang menghapus hak persamaan anatara wanita dan laki-laki???

Silahkan jawab sendiri :)

sumber: Nisa' haular Rosul, Mahmud Mahdi Al Istambuli dan Mushtafa abu Nasr asy Syalabiy.

Jumat, 03 Januari 2014

Jawaban "Ngglonoh"

Jawaban “ngglonoh”

Ketika menjawab pertanyaan teman, sering kita menjawabnya dengan “ngglonoh” dengan maksud sekedar bercanda. Tapi yang mau saya ceritakan di sini bukan hal seperti itu. Saya pernah menjawab pertanyaan sewaktu imtihan (baca: test / ujian ) dengan jawaban yang “ngglonoh”. Yang sampai sekarang hanya menjadi penyesalan yang berkepanjangan jika saya mengingatnya.

Yaitu pada saat ujian mata pelajaran tazkiyatun nufus dengan ustadz pembimbing al ustadz abu Hammad, semoga Alloh menjaga beliau. Waktu itu ada satu nomer yang saya nggak tahu jawabannya. “Sebutkan atsar salaf tentang istighfar!”.
Sebuah tulisan yang pernah saya baca langsung muncul. Yaitu perkataan ‘Ali ibn Abi Tholib. Tapi…saya tidak membacanya sama sekali. Cuma yang saya ingat di halaman kedua dari bab itu ada perkataan ‘Aliy ibn abi Tholib, Cuma perkataannya apa saya tidak membacanya. Karena saya kalau belajar itu Cuma meringkas yang penting-penting saja, yang menurut feeling saya akan keluar. Jadi waktu mau imtihan, malamnya saya Cuma belajar buku ringkasan saja, gak pake buka lagi kitab rujukan. Jadi otomatis saya gak bisa jawab tu soal karena memang tidak ada di buku ringkasan saya. Masak iya saya mau ngawur membuat sebuah ucapan kemudian saya sandarkan ke seorang sahabat mulia ‘Aliy bin abi tholib??? Nggak banget kan?? Apalagi saya sudah kelas akhir, masak iya jawab ngawur kayak gitu?? Kan dosa tuh, namanya berbohong atas nama sahabat, pake sengaja lagi…

Jiaacchh..galau kuadrat dech gak bisa jawab tu soal, masih saya biarin kosong. Kalau gak salah itu soal nomer 4. Cuma saya pandangin saja sambil melihat teman-teman yang juga galau mikir jawaban imtihan.

Mau saya jawab “wallohu a’lam” apalagi kan emank itu yang menjadi pilihan tholibil ilmi dalam menjawab soal yang tak bisa ia jawab. Lumayan dapat setengah nilai…

Tapi entah syaithan mana yang tiba-tiba membuatku punya ide untuk menjawabnya secara “ngglonoh”. Waktu itu dalam hati saya berkata: “hehee…sesekali ngglonoh akh, pasti entar ustadznya juga senyum-senyum sendiri baca jawabanku”

akhirnya dengan senyum-senyum iseng aku jawab dengan perkataan Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam :
((  وَ اللهِ لَأسْتَغْفِر اللهَ وَ أتُوب إليه في اليَوم أكْثَر مِن سبْعِين مرَّة ))
Terus saya tambahin di sebelahnya :
 ( هذا كلام النبي صلى الله عليه و سلم, لان النبي هو خير السلف علينا )

Waktu nulisnya mah seneng-seneng aja,,,tapi setelah selesai dan sudah terlanjur dikumpulkan…uuukhh..nyesel banget…
baru pertama itu saya jawab soal dengan “ngglonoh”. Nggak “ngglonoh” gimana coba, udah jelas-jelas yang ditanyakan itu adalah atsar salaf, bukan sunnah Nabi, tapi malah dengan “ngglonoh” aku jawab pake perkataan Nabi. Terus takut juga kena marah ma ustadznya, masak iya saya yang biasanya juara satu malah jawab soal seenak diri sendiri?? Bener-bener keterlaluan dech.. Harusnya saya dihukum, kalo mau juga yang nomer 4 itu dikasih nilai nol saja.

Tapi,,waktu hasil imtihannya dibagikan..kaget banget, loch kok bisa aku dapet nilai tertinggi lagi..?? Langsung saya lihat point untuk nomer 4. Tuing..gak dapat sempurna sich pointnya. Tapi masak iya dikasih point nilai 3 buat jawaban no.4… waaahh…gak bener nich..harusnya dikasih nilai nol and dikasih peringatan pake tinta merah “jawab yang bener, jangan ngglonoh!”

Tapi nyatanya tak saya dapati tulisan seperti itu..
“hiks..ustadz,,,kenapa nilai saya tetap bagus,,,? Harusnya kan salah besar jawaban saya untuk nomer 4.. :’( ”

Hmmm…kalau teman-teman mah bilangnya “ya udah. Kalo gak mau tukeran aja nilainya. Gak bersyukur, dikasih bagus juga”.

bukannya nggak bersyukur…tapi saya sedih…kenapa aku jawabnya “ngglonoh” banget…habis itu e..malah dapat nilai juga… nyesel banget dech… :’(

Jumat, 27 Desember 2013

Hasad, Pengikis Cinta kepada Teman Sejawat

Hasad,  Pengikis Cinta kepada Teman Sejawat

Sahabat,,ke manakah anda akan memuaskan diri anda tatkala ada setitik rasa hasad kepada teman anda sendiri…? Ke manakah jiwa anda akan anda bawa pergi dari perasaan ini..? Ke manakah anda akan menghibur diri dari rasa bersalah tatkala menyadari penyakit ini..? Perasaan hasad kepada teman kita sendiri, bahkan teman sejawat yang sudah kita anggap sebagai sahabat… Sebuah perasaan yang dengannya terkikis rasa cinta kita kepada teman kita sendiri…

Semoga ringkasan ini bisa membuat kita sadar dan mendeteksi lebih awal agar rasa hasad ini cepat kita kenali sehingga kita bersegera untuk membuang rasa tersebut jauh-jauh..
Adalah penyakit yang sangat mengakar pada tholibil ilmu. Contohnya dulu kita seorang diri di desa itu. Menjadi orang yang paling alim di desa itu. Semua orang akan bertanya kepada kita. Tapi ketika ada adik kelas kita yang datang atau orang alim lainnya yang datang. Maka terpecahlah perhatian masyarakat, tidak hanya kepada kita tapi juga kepada yang lainnya. Sehingga munculah rasa hasad, rasa jengkel dan kemudian membuat persatuan yang ada menjadi terpecah2.

Penyakit ini akan semakin menambah keras hati dan menambah jauhnya seorang hamba dari sebuah kebenaran. Seandainya kita membuka pintu saling menasehati, niscaya kita akan dicukupkan dari penyakit ini.

Karena penyakit ini jugalah kenapa abu Jahal tidak mau masuk Islam. Karena dia hasad, kenapa keutamaan tidak diberikan kepada kaumnya al makhzumiy, kenapa harus diberikan kepada rosululloh yang berasal dari al hasyimiy. Jadi jelaslah bahaya perasaan hasad ini.

Kalo kita melihat kekurangan seseorang, lalu dia cepet2 mendoakan kebaikannya dan tidak terima temennya digunjing niscaya akan baik urusan nya.

Seandainya orang yang hasad mau berpikir sedikit saja, dia itu menolak qodo’ Alloh ta’ala. Kenapa kok Alloh memberikan nikmat kepada fulan???!!

Kenali ciri rasa hasad…Vonislah bahwa diri anda telah terjangkiti penyakit hasad tatkala anda menemui tanda-tanda di bawah ini:

1.       Merasa senang dengan kesalahan yang diperbuat oleh temannya.
Dia akan merasa bahwa kesalahan teman sejawatnya ini lebih besar dari pada kesalahan teman yang lainnya. Karena temannya tersebut adalah saingannya dan dia ingin menjadi yang terdepan dari pada temannya itu. Ini adalah perkara bathin, dan tidak ada tholibil ilmi yang selamat darinya kecuali sedikit saja. Kalau anda mendapatinya, segeralah menolak dan buang jauh-jauh rasa ini dan segera bertaubat kepada Alloh.

2.       Merasa senang dengan ketidakhadiran temannya.
Contohnya adalah tatkala teman kita gak hadir di kelas karena sakit. Maka kita gembira dengan ketidakhadirannya ini karena dengan begitu kita akan mendapat jatah lebih dalam menjawab pertanyaan ustadz, dan ustadz akan memuji kita karena kita selalu hadir di majelisnya, sebaliknya citra temannya akan berkurang karena tidak masuk.

3.       Merasa senang apabila temannya itu disindir atau dihinakan.
Dia tidak akan berusaha mencegah apabila ada seseorang yang mengghibah temannya. Dan ini haram. Dia saja akan merasa tak senang apabila orang awam dighibah, apalagi apabila temannya yang seorang tholibil ilmi yang jelas bisa diambil manfaat ilmunya, maka seharusnya dia lebih mencegah agar orang lain tak mengghibah temannya tersebut.

4.       Menyindir temannya atau berbicara dengan maksud mengurangi keutamaan temannya apabila ada yang bertanya tentang temannya tersebut.
Contohnya adalah tatkala ada yang bertanya kepada anda tentang hal yang berkaitan dengan teman anda “ustadz, bagaimana ya jika seandainya saya belajar privat dengan fulan?”, maka anda akan menyebut kelemahan orang yang ditanyakan tersebut atau menyindirnya dengan maksud mengurangi keutamaan dan citra teman anda itu.

5.       Merasa sempit dan tidak suka apabila soal yang ditanyakan kepada temannya sedangkan dia juga hadir di situ.
Contohnya adalah saat anda sedang berkumpul dengan teman-teman anda sesame ustadz, kemudian ada seseorang yang bertanya kepada salah satu teman anda, maka anda merasa tak enak dengan hal itu, dan anda bertanya dalam hati: ”kenapa sich kok gak Tanya kea q aja? Pinteran aq kelesss”.

6.       Meremehkan manfaat atau ilmu yang ada pada temannya.
Contohnya, apabila ada suatu permasalahan yang sulit. Kemudian anda membuka kitab-kitab, majalah dan jilid2, tapi Alloh tidak membuatmu menemukan permasalahan itu. Dan ternyata teman anda menemukannya. Maka anda merasa sempit dengan hal itu dan menyembunyikan kekagumannya. Tapi apabila orang lain yang menemukannya, anda tidak akan merasa sesempit itu. Bahkan anda akan memuji orang lain itu dan tak henti-hentinya menyebut kehebatan orang lain tersebut.

7.       Berusaha untuk mencari kesalahan pada kalam temannya atau mengkritik apa saja apabila temannya ini menjawab.
Dia akan memperhatikan apa yang disampaikan oleh temannya untuk mencari kesalahan-kesalahan yang ada. Kalaupun tidak menemukan kesalahan pada kalamnya, maka dia akan berusaha memalingkannya ke pada makna yang lain atau mentakwilkannya kepada hal yang salah.

8.       Tidak menyandarkan keutamaan atau kemanfaatan kepada temannya apabila dia mengambil manfaat atau keutamaan dari temannya ini.
Contohnya adalah tatkala anda membahas tentang sebuah masalah, kemudian dia mengambil dari temannya. Namun, dia tidak mau mengakuinya. Tidak mau menyandarkannya pada temannya dan dia sandarkan langsung kepada ulama. Dan ini menjadi sebab mahqi barokatil ‘ilmi, dihapusnya barokah ilmu.

Seorang penyair berkata:
إذا  أفادَك َ إنْسَانٌ   بِفَائِدَةٍ        مِنَ العُلُوْمِ  فَأَدْمِنْ  شَكْرَه  أبَدا
و قُل فلانٌ جَزاهُ اللهُ صَالِحَةً      أفَادَنِيْهَا وَ ألْقِ الكِبْرَ و الحَسَدَا
Apabila ada seseorang yang member manfaat padamu dari suatu ilmu, maka benar2lah berterimakasih padanya.
Dan hendaknya mengucapkan “jazakallohu sholihah” karena dia telah memberikan faedah padanya dan buanglah rasa sombong dan hasad.

Ustadzku Abu Umar Farouq Ahmad Sabiq –semoga Alloh menjaganya- berkata:

“syaithon tatkala masuk ke hati hamba Alloh dia tahu kepada siapa dan bagaimana dia menggoda. Tatkala dia menemukan seorang yang awam maka akan digodanya dengan rasa was-was. Dan ketika dia menemukan seorang tholibil ilmi, maka dia akan menggodanya dengan bid’ah. Dan ketika dia menemukan seorang tholibil ilmi, da’i, ulama maka dia akan menggodanya dengan syahwat, dan ini sedikit sekali. Yang paling banyak adalah digoda dengan rasa hasad dan perpecahan. Ingin menjadi yang terdepan adalah penyakit yang diberikan kepada orang-orang yang diberi keutamaan. Entah keutamaan berupa harta, wajah ataupun ilmu”

Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala yang menguasai hati kita, menjaga dan menegur sesegera mungkin apabila penyakit ini menghinggapi hati kita… Hanya kepada Alloh-lah kita berlindung dari godaan Syaithon yang selalu membisikkan rasa ini ke dalam dada kita…

Maroji’: kitab ma’alim fi thoriqi tholibil ‘ilmi halaman: 87-92 bifadhilatis syaikh: ‘Abdul Aziz ibn Muhammad ibn ‘abdulloh as Sarhaan.

Rabu, 25 Desember 2013

Hukum Mengucapkan "Selamat Natal"

Hukum Mengucapkan “ Selamat Natal ” 
Ini tulisan setahun yang lalu..ane update dan ana revisi lagi,,semoga bermanfaat…

Dan mungkin,,,tulisan ini akan menimbulkan pro dan kontra di antara kita. Dan saya menulis ini hanya sebagai secuil nasehat bagi kita semua. Bukan karena kesombongan…. Tentu Anda semua mengetahuinya, bahwa,,, kita ummat Islam harus saling nasehat menasehati. Karena Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda :

(( الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ))

Yang kemudian para sahabat bertanya : “kepada siapa wahai Rosululloh?”
Dan Beliau menjawab : “ kepada Alloh, kepada kitab2Nya, Rosul2Nya dan kepada ummat Islam”.

Itulah wahai sahabatku..jadi janganlah anda bersuuzhon jika ada orang yang menasehati kalian atau yang mengingatkan kalian. Kita harus belajar berlapang dada dalam masalah ini. Semoga Alloh menjadikan kita termasuk orang2 yang sabar dalam menyikapi masalah…Aamien…

“Natalan adalah ujian bagi aqidah kita”

Sahabatku..masalah tentang mengucapkan selamat natal kepada teman2 kita yang nasrani adalah masalah yang diperselisihkan ulama. Ulama2 seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Nashiruddin al Albaniy, Syaikh Muhammad ibn Sholih al Utsaimin dan ulama2 seperti mereka mengharmkan mengucapkan selamat natal. Dan adapun Syaikh2 seperti Al Qhordowi membolehkannya dengan alasan sudah adanya perubahan global…
Nah,, manakah yang harus kita ambil dan jadikan pegangan..? 

Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada kita untuk kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah tatkala terjadi perselisihan para ulama.
Kalo begitu…bukalah Al Qur’an anda…

ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم

“ Dan orang2 Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepadamu kecuali jika kamu mengikuti agama mereka”

Dan mengucapkan selamat natal adalah termasuk mengikuti agama mereka dan bahkan bisa menguatkan agama mereka.
Dan sabda Rosululloh sallallohu ‘alahi wa sallam:

(( مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ))

“ Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka”

Fatwa Lajnah Daimah (Komisi Fatwa Arab Saudi) pun telah melarang memberikan ucapan selamat natal kepada kaum nasrani. (Fatawa al lajnah ad da’imah :3/313)

MUI pun di dalam fatwanya yang ditetapkan di Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H atau 7 Maret 1981 M memutuskan bahwa:
1. Perayaan natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa ‘alaihis salam, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas (baca sendiri fatwa MUI)
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram.
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Alloh subhanahu wa ta’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan natal.

Dan termasuk kegiatan natal adalah memberikan ucapan selamat natal..

Jika pembahasan ini terlalu sulit bagi Anda…cobalah Anda merenung sejanak…dan berpikirlah…

Cobalah baca sebentar tentang sejarah Rosululloh shallallohu ‘alahi wa sallam. Kita tahu, bahwa di zaman beliau juga saat itu sudah ada umat nasrani dan Yahudi. Dan tentu saja peristiwa “natalan” sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Tapi..yang menjadi pertanyaan… apakah Rosululloh mengucapkan “selamat natal” kepada mereka? Dan saya belum pernah membaca sebuah hadits yang memberitahukan kepada kita bahwa beliau mengucapkan “ selamat natal” atau sejenisnya kepada orang2 nasrani. Kalaupun beliau mengucapkan dan melakukan hal itu, tentu sudah dicatat oleh para sahabat yang mulia.

Yang kedua….kita lihat dalam kehidupan para sahabat, dan ternyata merekapun tidak pernah mengucapkan “ selamat natal” kepada orang2 nasrani.
Para Ulama Salafus Sholihpun tidak ada yang melakukannya…

Nah…kalo kita melakukannya…apakah kita merasa lebih baik dari mereka semuanya? Atau merasa lebih baik dari pada Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam..? Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik2 manusia..paling dermawannya manusia, paling toleransinya manusia. Jika beliau tidak mengucapkan selamat natal, lantas pantaskah kita menuduh beliau sebagai orang yang tidak mau toleransi..? 

Rosululloh sallallohu ‘alaihi wa sallam melakukan mu’amalah juga dengan mereka sebagaimana kita melakukan mu’amalah dengan mereka pula. Tapi hendaknya hanya muamalah dunia saja. Sedangkan mengucapkan selamat natal termasuk masalah keyakinan, iqtiqodiyah. Kalo kita mengucapkan selamat natal, berarti kita juga meyakini apa yang mereka yakini.

Anda pasti berpikir, Bagaimana kita bisa seperti itu..? Sedangkan tatkala kita lebaran, mereka ikut merayakannya bersama kita, mengucapkan lebaran bersama kita..? Mereka baik kepada kita, mereka temen kita, sahabat kita…atau bahkan orang yang special buat kita..?

Tidak hanya Anda. Sayapun punya teman2 nasrani, sahabat nasrani, tetangga nasrani,,dan bahkan paman2 saya dari pihak ayah ada yang nasrani sampai sekarang. 

Sahabatku…mereka memang boleh mengucapkan “ selamat lebaran” kepada kita. Dan jika mereka mengucapkannya, maka kita boleh menerima ucapan itu. Tapi…kita harus tetap menunjukkan izzah islam kita. Islam itu agama yang haq, agama yang tinggi…itulah yang harus kita ingat. Dan ini bukan kesombongan. Karena Alloh dan RosulNya lah yang mengatakan demikian. Bahwa agama kita ini agama yang tinggi dan diridhoi olehNya.

Dan sebenarnya, walaupun kita tidak memberi ucapan “selamat natal ” kepada mereka, mereka sudah mengetahui bahwa kita dilarang untuk itu.

Yaaa…kita berbicara baik-baiklah kepada teman kita yang nasrani, tanpa harus menyinggung perasaan mereka secara pribadi. Dan jika secara zhohir dia tidak tersinggung, itu sudah cukup bagi kita. 

Saudara2 saya juga seperti itu…mereka sudah tahu sikap saya dan keluarga saya sebagai seorang muslim…dan Andapun harus mencobanya untuk membiasakan mereka untuk tidak menunggu2 kita untuk mengucapkan selamat natal kepada mereka…

Atau…bagi Anda yang membolehkannya…mungkin berdalil dengan :
Firman Allah swt :Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah:

Dan juga :
Firman Allah swt yang Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

Tapi..benarkah seperti itu pengamalan ayat di atas..? dengan mengucapkan selamat natal juga bagi mereka..? Kalo benar seperti itu pengamalannya, tentu Rosul dan para Sahabat dan para tabi’in sudah mengamalkannya pula. Atau Anda menuduh mereka tidak mengetahui maksud ayat di atas..? 

Dan memang benar, fatwa ulama bagian riset eropa membolehkan mengucapkan selamat natal..tapi…manakah yang Anda pilih..? perkataan ulama bagian riset eropa atau perkataan dan perilaku Rosul..?

Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu pernah berkata :
“ Sungguh kalian ini akan ditimpa batu dari langit, saya mengatakan ‘ Rosululloh telah berkata’ tapi kalian malah berkata ‘ Umar dan Abu Bakar telah berkata’”.

Kecuali,,,jika ummat muslim yang berada di eropa memang diharuskan untuk mengucapkannya dan mereka memang tak bisa hijroh dari negri itu..ya kher, lebih baik mengucapkannya, dari pada mendapat hal yang lebih buruk dari itu yaitu dilarangnya agama Islam di sana..

Allohumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an…

*Kita boleh bersama dengan mereka dalam hal mu’amalah, tapi jangan ikut2an dalam hal aqidah*

Wallohu ta'ala a'lam..


Sabtu, 16 Maret 2013

Jika Futur Datang...


Kita sebagai manusia, pasti semuanya pernah merasakan futur (baca: hilang semangat dan malas untuk beribadah). Siapa sich manusia yang tidak pernah futur? Jangankan kita…para sahabat yang merupakan generasi terbaik ummat Muhammad r saja pernah futur.
Jika kita pernah futur, itu adalah hal yang biasa dan bukan hal yang tercela. Tapi, hamba yang baik adalah dia yang segera bangkit dari kefuturannya. Jika dia tidak bisa cari solusi untuk segera bangkit dan memperbarui semangatnya, barulah dia dikatakan sebagai hamba yang lalai dan dia menzholimi dirinya sendiri.
Biasanya, seorang wanita, tatkala dia datang bulan, dia lebih mudah jatuh ke dalam kefuturan. Mungkin dengan seribu alas an seperti : lemas, terlalu banyak cairan yang keluar. Atau dengan alasan, diarangnya wanita haed menyentuh Al Qur’an, jadinya malas ngaji. Apalagi dengan tidak adanya kewajiban sholat, wanita haed lebih suka mengulur-ulur waktu bangun pagi. Yang biasanya bangun jam 04.00 molor sampe jam 06.00. Atau mungkin kalo tidak sekolah atau tidak kerja bisa molor bangun sampai jam 09.00 atau 10.00. Atau malah tidur siangnya molor sampai jam 16.00 . Dengan dalil simple : kana q sedang gak sholat.
Atau yang biasanya hidup di pondok pesantren. Yang biasanya disiplin bangun, disiplin ngaji, dan disiplin dalam semua hal… Ketika liburan, pulang ke rumah langsung berubah 180 derajat. Yang biasanya nyuci baju sendiri, di rumah alasannya untuk libur, ibunya yang disuruh nyuciin bajunya. Alih-alih bantu ibunya memasak dan membersihkan rumah, malah molor terus seharian. Sampai-sampai ngajipun ikut libur. Kalau ditanya jawabannya pasti simple : kan di pondok sudah ini dan itu, masak di rumah mau liburan sebentar saja tetap di suruh ini dan itu? Kapan istirahatnya??
Atau…yang dulu ketika aktif ngaji pakaiannya sesuai syariat, pakai hijab, pake jilbab, dan yang laki-laki celananya gantung. Begitu masuk universitas, temen-temen yang lebih gaul, keadaan lingkungan yang tidak mendukung…mulailah futur datang…  celana mulai menutupi mata kaki, jilbabnya yang dulu gedhe jadi jilbab angin, atau bahkan sama sekali gak berjilbab, malah memakai celana yang menyerupai laki-laki.
·         Sebab-sebab futur :
Mungkin kebanyakan futur  yang menimpa kita disebabkan oleh:
1.       Lingkungan yang tidak mendukung;
2.       Keluarga dan teman-teman yang tidak mengajak kepada kebaikan;
3.       Terpesona dengan keindahan dunia dan tipuannya;
4.       Larut dalam kesenangan yang berlebihan dengan keluarga tercinta;
5.       Melakukan ibadah secara jarang namun memberatkan;
6.       Merasa kurang puas menjadi seorang muslim dan lebih takjub kepada orang-orang non muslim yang lebih menang dalam hal dunia.
7.       Kecapaian;
8.       Kurang  pandai mengatur waktu;
9.       Daya tahan tubuh yang melemah;
10.   Memikirkan sesuatu yang membuatnya lalai;
11.   Dll.

·         Solusinya
Nah bagaimana solusi untuk menghilangkan kefuturan kita? Yang pasti kenali dulu penyebabnya, karena dengan mengetahui sebab utamanya maka kita bisa mencari solusinya.
Contohnya:
-          Jika kita future dalam mengerjakan qiyamul lail. Mungkin karena kecapaian, malam-malam harus bangun, sholat sebanyak sebelas rokaat, baca suratnya panjang-panjang, belum lagi tadi jam 10 malam baru berangkat tidur. Maka kita hilangkan satu persatu. Jika kecapaian dan masih mengantuk bangun disertiga malam, nah..kan ada solusi lainnya yaitu sholat tahajud sebelum tidur. Jangan terlalu memberatkan, karena itu bisa membuat kita bosan. Untuk awalan dan latihan, jangan langsung sebelas rokaat. Tapi ambilah yang paling sedikit dan yang mudah. Mungkin sholat tiga rokaat. Dua sholat tahajud dan satu rokaat sholat witir. Bacaan suratnya juga jangan yang panjang-panjang, misalkan bacalah di setiap rokaat setengah halaman saja. Ibadah yang sedikit tapi continue, itu lebih baik dari pada sekali ibadah langsung banyak, tapi setelah itu futur… Dan jangan lupa biasakan tidur siang walau hanya sebentar karena itu sangat bermanfaat ketika kita bangun untuk qiyamul lain J.
-          Jika kita future untuk melakukan kegiatan lainnya misalnya. Karena kecapaian, pusing banyak pikiran.  Mungkin secangkir the hangat bisa menormalisir pikiran. Atau bisa juga mandi dengan air hangat. Mandinya jangan mandi bebek yang asal basah saja. Tapi mandilah dengan perlahan dan dengan perasaan (lho???). Pake sabun yang ada bau terapinya, atau yang wangilah agar pikiran yang kusut terurai kembali. Misalkan saja pake sabun LUX Velvet (gak usah disebut merknya J) yang wanginya banyak disukai kaum hawa. Pokoknya dinikmatin saja mandinya sehingga badan terasa enak, pikiran segar, dan otot2 yang keras menjadi kendur kembali. Biasanya setelah ini, semangat kita kembali baru ^^.
-          Jika kita futurnya gara-gara diomongin sama orang yang non Islam begini dan begitu. Atau dikatakan yang intinya orang Islam itu percuma sholat dan macem-macemnya, toh tetap miskin juga. Maka tanamkan pada hati anda keyakinan. Bahwa kita itu beribadah kepada Alloh bukan untuk menjadi kaya di dunia, kita memang dijanjikan oleh Alloh kesenangan di akherat. Ya oleh karena itu memang kita belum saatnya mendapatkan semua itu karena memang kesenangan kita tempatnya di akherat. Sedangkan mereka justru yang kasihan, karena besok di akherat tidak mendapat apa-apa.
-          Jika anda futur untuk melakukan ibadah yang lainnya, maka berpikirlah sejenak… Siapakah yang telah menciptakan anda? Dialah Alloh azza wa jalla. Apa kewajiban kita terhadap pencipta kita? Tentu saja beribadah kepadaNya. Jika kita saja dengan presiden misalnya. Hmmm..tidak usah jauh-jauh, dengan pemimpin mudir pondok kita misalnya atau dari kepala sekolah kita, yang member tugas kepada kita untuk melakukan ini dan itu. Pasti kita akan melakukan tugas itu dengan sebaik mungkin.  Akan berhati-hati dan secermat mungkin mengerjakannya. Padahal…apakah dia yang telah menciptakan kita? Tentu saja tidak. Apakah dia bisa member kita rizqi jika Alloh berkehendak menahannya? Tentu saja tidak. Mereka hanyalah manusia seperti kita. Lantas kenapa hanya dengan mereka saja kita bisa sepatuh itu, sedangkan dengan Alloh azza wa jalla pencipta langit dan seiisinya kita berlalai-lalai dalam mengerjakan perintahnya?? Jika anda mengulur-ulur waktu sholat, maka berpikirlah, bagaimana jadinya jika Alloh mencabut nyawa ini dalam keadaan lalai seperti ini? Bagaiman jika Alloh menjadikan anggota tubuhku cidera sehingga aku tidak sempat berbuat ini da itu?? Maka jika anda sudah berpikir yang seperti itu, segeralah bangkit dari kefuturan itu.
-          Carilah teman-teman yang sholih yang bisa menyemangati satu dengan lainnya untuk berbuat kebaikan.
-          Banyaklah berdoa agar dijauhkan dari kefuturan dan kemalasan juga kelalaian.
-          Harus ada tekad kuat untuk bangkit kembali.
-          Refreshing. Seperti namanya, maka kita harus yakin jika kita bila melakukannya, 80% pasti akan berhasil merefresh semangat kita. Jika tidak yakin, untuk apa dilakukan? Mungkin seperti rekreasi, boleh-boleh saja kita rekreasi, asalkan bukan ke tempat-tempat yang mengumbar aurat dan membuat lalai kita.
-          Membaca buku kisah-kisah teladan para sahabat/ shohabiyah atau dari orang-orang sholih.
-          Berdzikir dan mengingat Alloh.
-          Hal lain-lain yang dibolehkan oleh syariat dan yang menunjang…

Semoga bermanfaat ^^

Minggu, 02 Desember 2012

Tanda-tanda Besar Kiamat Kubro


Tanda-tanda kiamat kubro / besar :

1.     Dajjal
Disebut juga al masih ad Dajjal yang artinya buta sebelah matanya dan sebagai manipulator dan pembohong besar. Banyak orang yang mendefinisikan dia hanya sebagai symbol kerusakan dan kejahatan. Atau menggabarkannya sebagai sosok laki-laki raksasa yang memiliki tanduk di atas kepalanya dengan wajahnya yang menyeramkan. Semua ini tidaklah benar. Karena menurut hadits-hadits Rosululloh r dia adalah seorang laki-laki muda berkulit merah, pendek, pundaknya bidang. Matanya yang kanan buta, tidak menonjol ke luar maupun menjorok ke dalam, seolah-olah buah anggur yang masak, kusam tanpa cahaya. Sedangkan matanya yang kiri ditumbuhi daging tebal di sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan kaf, fa’ ro atau tulisan kafir yang dapat dibaca semua orang mukmin walaupun dia tidak bisa baca tulis. Dan dia seorang yang mandul dan tidak memiliki keturunan.

2.     Turunnya Nabi Isa u.
Para ulama telah bersepakat akan turunnya Nabi Isa u. Beliau akan turun di Menara Putih sebelah timur Damaskus dengan berpegangan sayap dua Malaikat. Tidak ada seorang kafirpun yang mencium baunya kecuali dia akan mati, sedangkan baunya bisa tercium sejauh pandanan mata. Beliau akan mencari Dajjal dan menemuinya di pintu Lud, lalu membunuhnya. Beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan jizyah (pajah/ upeti) dan pada saat itu manusia hanya menyembah Alloh saja. Beliau akan menunaikan haji dan umroh dan akan hidup selama 40 tahun setelah kematian Dajjal. Kemudian beliau akan wafat dan disholati oleh ummat Islam dan akan dikuburkan bersama Rosululloh r. Wallohu ta’ala a’lam.

3.     Ya’juj dan Ma’juj
Keduanya adalah nama a’jam (non arab ) yan mungkin berasal dari bahasa arab dari kata al ma’ju yang berarti goncangan atau mungkin dari kata ajijin naar yaitu kobaran api. Keduanya adalah bangsa dari keturunan Nabi Adam u. Dan ada di dalam nash Al Qur’an dan Hadits.
Keduanya merupakan tanda-tanda hari kiamat yang sampai sekarang belum terjadi, namun tanda-tanda keluarnya sudah ada sejak zaman Nabi r.

4.     Gempa Bumi
Salah satu tanda kiamat adalah terjadinya tiga gempa bumi di jazirah arab, bagian bumi sebelah timur dan bagian bumi sebelah barat.
Dan telah terjadi banyak gempa bumi di berbagai tempat, tapi yang dimaksud di sini tiga gempa bumi besar belumlah terjadi.

5.     Dukhon (asap ).
Yaitu asap atau kabut nyata yang dibawa oleh langit sehingga meliputi seluruh manusia.

6.     Terbitnya matahari dari Barat.
Hal ini berdasarkan al Qur’an dan Sunnah. Tidak akan tegak hari kiamat sebelum matahari terbit dari Barat. Dan pada saat itulah semua orang akan beriman dengan hari kiamat, tetapi saat itu tidak akan diterima taubat, tidak pula islam dan iman..

7.     Binatang melata/ Dabbah.
Ialah binatang yang dikeluarkan oleh Alloh saat mendekati hari kiamat. Tidak ada di dalam hadits shohih yang menjelaskan tempat keluarnya binatang ini. Juga tidak pula dijelaskan sifatnya. Zhohir al Qur’an menyatakan bahwa binatang ini akan mengingatkan manusia akan dekatnya azab dan bencana. Wallohu ta’ala a’lam.

8.     Api
Api ini keluar untuk menggiring manusia ke mahsyarnya yaitu ke negeri Syam. Api ini akan mengggiring manusia seluruhnya. Ada yang mereka santai sambil makan dan minum, berpakaian dan berkendaraan, ada juga yang berjalan kaki atau naik onta berboncengan. Ada juga yang mereka digiring dengan diliputi api sehingga siapa yang tidak bersegera akan terlahab oleh api ini.
Dan apabila telah berakhir peristiwa api ini, maka akan ditiup Shur/ sangkakala sehingga tegaklah kiamat kubro. Kiamat yang sesungguhnya. 
Adapun perincian masing-masing di atas…insya Alloh pada pembahasan dan kesempatan yang lain…biidznillah.. ^^

Tanda-tanda Kecil Dekatnya Kiamat


Beberapa waktu lalu  banyak media massa yang membicarakan tentang datangnya kiamat pada 12/12/2012. Tentu saja ini hal yang amat berani sekali. Bagaimana tidak? Perkara yang Nabi dan Malaikat Jibril tidak mengetahuinya bisa diketahui oleh mereka? Di dalam hadits yang panjang dialog antara Nabi Muhammad dan Jibril tentan islam, iman dan ihsan : “ Wahai Muhammad, kapan terjadinya qiamat?”. Nabi Muhammad menjawab: “ Yang ditanya tidaklah lebih tahu dari pada yang bertanya”. ( HR. Bukhori dan Muslim).
Terus…siapa yang mengetahuinya? Dialah Alloh Yang Mengetahui Perkara Ghoib. Hanya Alloh saja yang mengetahui kapan terjadinya kiamat. Dan Alloh hanya mengkhabarkan tanda2nya saja dan mengkhabarkan tentang dekatnya kiamat. Dan dekat di sini kita tak tahu lama/ cepatnya…
Dan tanda-tanda hari kiamat di bagi menjadi dua yaitu tanda-tanda yang kecil dan tanda-tanda yang besar. Adapun jika dilihat sudah dan belum terjadinya, maka tanda-tanda kiamat dibagi menjadi 3, yaitu sudah terjadi dan tidak akan terulang lagi, sedang berlangsung sampai sekarang dan yang belum terjadi.
Dan banyak orang yang bilang bahwa tanda-tanda kiamat adalah kejelekan. Padahal tidak semua tanda kiamat itu berupa kejelekan. Tapi, memang kebanyakan berupa kejelekan. Contoh tanda kiamat yang bukan termasuk kejelekan adalah kembali hijaunya negri Arab dengan sungai mengalir beserta isinya.
Apa saja tanda-tanda kiamat?
TANDA-TANDA KECIL KIAMAT
Yang termasuk di sini sangat banyak sekali, misalnya:
1.     Diutus dan wafatnya Nabi Muhammad r .
Dari Sahl ibn Sa’ad berkata: “ Rosululloh r bersabda: ‘ Saya diutus sedangkan datangnya hari kiamat itu seperti dua jari ini’, lalu beliau menggandengkan antara jari telunjuk dan jari tengah”. ( HR. BUkhori dan Muslim).
Rosululloh r adalah Rosul terakhir, tidak ada lagi Rosul dan Nabi setelah beliau r. Maka diutusnya beliau r dan wafatnya merupakan tanda bahwa kiamat sudah dekat.

2.     Munculnya berbagai fitnah.
Fitnah di sini maknanya adalah ujian dan cobaan dengan segala sesuatu yang jelek seperti kekufuran, kesyirikan, pembunuhan dan kemaksiatan atau yang lainnya. Ini sudah sangat kita rasakan sekarang. Juga munculnya berbagai kerusakan di muka bumi yang bisa menghancurkan keimanan dan agama seseorang.

Rosululloh r bersabda : “ Sebelum hari kiamat, datanglah fitnah seperti malam yang gelap pekat. Pada pagi hari seseorang masih beriman, namun sore harinya sudah kafir. Juga pada sore hari dia masih beriman dan pagi harinya sudah kafir”. ( Shohih, HR. Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi dan lainnya).

3.     Munculnya para Nabi palsu.
Di mulai dari datangnya Musailamah al Kadzdzaab  dan akan berlanjut sampai munculnya Dajjaal. Akan selalu ada orang yang mengaku sebagai Nabi, seperti Mirza Gulam Ahmad. Padahal Nabi r bersabda : “ Tidak akan datang hari kiamat sampai muncul para pendusta sekitar 30 orang, semuanya mengaku sebagai Nabi”. ( HR. Bukhori dan Muslim ).

4.     Hilangnya Amanah.
Amanah adalah sesuatu yang agung yang Rosululloh r menegaskannya bahwa tidak ada agama bagi yang tidak bisa menjaga amanahnya. Dan di antaranya adalah dengan menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya. Rosululloh r bersabda :
“ Apakah amanah disia-siakan, maka tunggulah hari kiamat”. Abu Huroiroh bertanya: “ Bagaimana menyia-niyakan amanah  itu wahai Rosululloh ?”. Beliau r menjawab : “ Apabila sebuah urusan diserahkan pada yang bukan ahlinya maka tunggulah kiamat”. ( HR. Bukhori ).

5.     Hilangnya ilmu agama dan nampaknya kebodohan dalam agama.
Akan muncul orang-orang yang pandai dalam ilmu dunia, tetapi bodoh dalam ilmu agama, sehingga tatkala orang-orang yang berilmu sudah tidak ada maka orang-orang yang bodohpun akan diangkat menjadi pemimpin. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.
Rosululloh r bersabda : “ Di antara tanda kiamat adalah ilmu akan dicabut dan kebodohan akan merajalela”. ( HR. Bukhori dan Muslim ).
Dan dicabutnya ilmu adalah dengan wafatnya para ulama. Rosululloh r bersabda :
“ Sesungguhnya Alloh tidak akan mencabut ilmu langsung dari hati manusia, namun Alloh akan  mencabut ilmu dengan wafatnya para ulama. Sehingga saat sudah tidak ada lagi para ulama, manusia akan mengangkat pemimpin yang bodoh, mereka ditanya lalu mereka berfatwa tanpa ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan”. ( HR. Bukhori dan Muslim ).

6.     Merebaknya kemaksiatan.
Seperti zina, music, miras dan berbagai ragam kemaksiatan lainnya. Rosululloh r bersabda :
“ Sungguh akan ada dari ummatku yangg akan menganggap halal zina, sutra, khomer dan musik”. ( HR. Bukhori ).

7.     Munculnya wanita berpakaian tapi telanjang.
Jika seseorang memakai pakaian yang tidak bisa menutupi aurot, maka hakikatnya dia masih telanjang. Karena fungsi dari berpakaian adalah untuk menutup aurot. Rosululloh r bersabda :
“ Ada dua penduduk neraka yang belum pernah kulihat. Pertama: sebuah kaum yang mempunyai cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia. Kedua: para wanita tetapi telanjang, berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya bisa tercium dari jarak jauh”. ( HR. Muslim ).

8.     Banyaknya tulisan.
Dahulu pada zaman Nabi r kebanyakan adalah ummi, tidak bisa baca tulis. Tapi di akhir zaman, rata-rata semua manusia bisa baca tulis.
Rosululloh r bersabda : “ Sebelum datangnya hari kiamat akan Nampak pena”. ( Shohih, HR. Ahmad ).

9.     Membesarnya Hilal ( Bulan sabit ).
Rosululloh r bersabda : “ Tanda dekatnya hari kiamat adalah membesarnya hilal. Di mana orang melihat hilal malam pertamanya itu disangka hilal untuk malam kedua”. ( HR. at Thobroniy dalam as shoghir: 1130, as Shohihah: 2292).
Ini sekaligus sebagai patokan, dalam penentuan awal Romadhon, Syawal dan Dzulhijjah. Adapun besar kecilnya, tinggi rendahnya maka itu bukan sebuah patokan.
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz berkata : “ Adapun besar kecilnya, serta tinggi rendahnya hilal maka tidak berpengaruh pada hukum, karena syariat Islam tidak menganggap itu semua sepanjang pengetahuan kami”. ( Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz 15/80, 146-151).

10.  Jazirah Arab kembali hijau dan banyak sungai mengalir.
Rosululloh r bersabda : “ Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga tanah Arab akan kembali menghijau dan banyak sungainya”. ( HR. Muslim, Ahmad dan lainnya ).

11.  Memerangi orang-orang Yahudi.
Rosululloh r bersabda :
“ Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi dan kaum muslimin membunuh mereka, sehingga orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batau atau pohon itu berkata : ‘ wahai muslim, wahai hamba Alloh, ini di belakangku ada seorang Yahudi! Kemarilah dan bunuhlah dia! Kecuali pohon Ghorqod karena dia adalah di anatara pohon Yahudi’”. ( HR. Muslim ).
Dan anehnya, walaupun Yahudi memusuhi Islam, mereka yakin dengan hadits ini sehingga mereka banyak menanam pohon Ghorqod di Negara mereka.

Itulah tanda-tanda kecil tentang dekatnya hari kiamat, adapun tanda-tanda besarnya, akan kita bahas insya Alloh secara tersendiri.

Kamis, 29 November 2012

Plus Minus MSG


Hi sisters,, ^^

Kemarin- kemarin aq beli jajanan yang terbuat dari singkong yang dikasih pewarna makanan. Dan temanq bertanya : “ Kok sukanya beli jajan yang ada pewarnanya”.

“ Loh, nie kan pake pewarna makanan mbak…yang penting kan nggak ada MSG nya”,jawabku.

“ Justru kalo MSG nggak apa-apa, kan sudah biasa dipake di daerah sini, tapi kalo pewarna kan masih jarang..”ucapnya lagi.

Tentu saja aq terkejut…aq berpikir, apakah benar lawan bicaraku ini adalah seorang sarjana?

“Mbak,, masak kita menilai buruk dan tidaknya sesuatu hanya dari kebanyakan orang memakainya…ya jelas2 MSG itu berbahaya….”
Dan aq juga jadi teringat, teman sekelasku pernah oprasi otak dikarenakan dia hoby jajan makanan ringan yang notabene banyak mengandung MSG-nya.

Oleh karena itu aq ingin mengulas sedikit tentang plus minus kita memakai MSG ( Mono Sodium Glutamat ). Masakan tambah nikmat, urih dan sedap rasanya. Oh..itu jelas, itulah plus-nya kita memakai MSG. Apalagi manfa’atnya? Ato Cuma itu?

Nah, sekarang kita bicara tentang negatifnya…apa saja?

a. Chinese Restaurant Syndrome 
Tahun 1968 dr. Ho Man Kwok menemukan penyakit pada pasiennya yang gejalanya cukup unik. Leher dan dada panas, sesak napas, disertai pusing-pusing. Pasien itu mengalami kondisi ini sehabis menyantap masakan cina di restoran. Masakan cina memang dituding paling banyak menggunakan MSG. Karena itulah gejala serupa yang dialami seseorang sehabis menyantap banyak MSG disebut Chinese Restaurant Syndrome.
Bagaimana sampai MSG bisa menimbulkan gejala di atas, masih dugaan sampai saat ini. Tetapi diperkirakan penyebabnya adalah terjadinya defisiensi vitamin B6 karena pembentukan alanin dari glutamat mengalami hambatan ketika diserap. Konon menyantap 2 – 12 gram MSG sekali makan sudah bisa menimbulkan gejala ini. Akibatnya memang tidak fatal betul karena dalam 2 jam Cinese Restaurant Syndrome sudah hilang.

b.  Kerusakan Sel Jaringan Otak 
Hasil penelitan Olney di St. Louis. Tahun 1969 ia mengadakan penelitian pada tikus putih muda. Tikus-tikus ini diberikan MSG sebanyak 0,5 – 4 mg per gram berat tubuhnya. Hasilnya tikus-tikus malang ini menderita kerusakan jaringan otak. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan pemberian MSG yang dicampur dalam makanan tidak menunjukkan gejala kerusakan otak.
Asam glutamat meningkatkan transmisi signal dalam otak, gamma-asam aminobutrat menurunkannya. Oleh karenanya, mengkonsumsi MSG berlebihan pada beberapa individu dapat merusak kesetimbangan antara peningkatan dan penurunan transmisi signal dalam otak (Anonimous 2006).

c.  Kanker
MSG menimbulkan kanker betul adanya kalau kita melihatnya dari sudut pandang berikut. Glutamat dapat membentuk pirolisis akibat pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu lama. pirolisis ini sangat karsinogenik. Padahal masakan protein lain yang tidak ditambah MSG pun, bisa juga membentuk senyawa karsinogenik bila dipanaskan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang lama. Karena asam amino penyusun protein, seperti triptopan, penilalanin, lisin, dan metionin juga dapat mengalami pirolisis dari penelitian tadi jelas cara memasak amat berpengaruh.

d.  Alergi
MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum, tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil sekali dari konsumen. Beberapa peneliti bahkan cenderung berpendapat nampaknya glutamat bukan merupakan senyawa penyebab yang efektif, tetapi besar kemungkinannya gejala tersebut ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti misalnya GABA (Gama Amino Butyric Acid), serotinin atau bahkan oleh histamin (Winarno 2004).


Setelah kita lihat-lihat…ternyata banyak manakah antara positif dengan negatifnya? Tentu saja banyak negatifnya. Oleh karena itulah kita harus belajar meninggalkan yang namanya MSG. Hal ini berdasarkan kaidah fiqh:

( لَا ضَرَرَ وَ لَا ضِرَار ) tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Nah pertanyaannya…bisakah kita meninggalkan kebiasaan dalam menggunakannya? Tentu saja ini hal yang sangat sulit. Kenapa? Karena mungkin keterbatasan waktu kita disebabkan pekerjaan atau kegiatan lainnya sehingga kita mencukupkan diri dengan beli makanan dari restoran atau semisalnya yang notabene memakai MSG. Atau mungkin itu sudah tradisi turun temurun dari keluarga kita, sehingga lidah kita tidak akan puas bila tanpa MSG. 

Keadaan tersebut sama seperti seseorang yang sudah kecanduan dengan rokok. Maka dia akan sulit untuk melepasnya. Terlebih lagi dengan berdalil “nggak apa2” toh banyak yang memakainya juga.

Maka sekarang, kita mulai dari diri kita dahulu. Apalagi kita sebagai seorang perempuan yang nantinya akan memasak buat keluarga kita. Biasakan diri kita memasak tanpa MSG, biasakan diri kita dengan hal itu walaupun lidah kita tidak merasa puas dengannya. Kemudian, cari alternative lain agar masakan kita bisa tetap enak walau tanpa MSG. Bagaimana caranya?

Mungkin ada berbagai cara untuk mengganti kedudukan MSG ini. Salah satu contohnya yang sering saya praktekan adalah : memakai perpaduan antara gula dan garam. Jika komposisi perbandingan antara keduanya pas, maka akan menciptakan cita rasa yang gak kalah dengan MSG. Dan untuk ini, sering-sering saja mengadakan eksperiment sendiri ^^. Kalo saya biasanya memakai perbandingan garam : gula = 1 : 3 . Itu kalo untuk sayur berkuah lo.. Ada juga sebagian orang yang mengakalinya dengan bawang putih. Tapia aq gak begitu paham caranya dengan bawang putih.

Jikalau kita terpaksa menggunakannya, maka ada aturannya:
Batasan aman yang pernah dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization), asupan MSG per hari sebaiknya sekitar 0-120 mg/kg berat badan.

Dan hendaknya  tidak diberikan bagi orang yang tengah mengalami cidera otak karena stroke, terbentur, terluka, atau penyakit syaraf. Konsumsi MSG menyebabkan penumpukan asam glutamat pada jaringan sel otak yang bisa berakibat kelumpuhan.

Selain itu juga, kita harus membangun kepercayaan diri bahwa kita bisa melakukannya, dan bismillah..masakannya pasti enak heheee :D

Mau mencoba?? Jangan lupa,,, pe-dhe dulu.

Berubah untuk suatu kebaikan kenapa tidak.. ^^ Qta pasti bisa ^^


wallohu ta'ala a'lam


referensi : media kompas